Hari ini menuntaskan satu lagi dari sekian banyak hal yang perlu diunggah ke salah satu dari sekian banyak database di sistem pendidikan nasional. Walaupun canggih, saya melihat masih banyak hal yang malah jadi ngaririweuh di sisi sekolah dan para guru. Seakan keren tapi seringkali sulit dipahami apa tujuannya. Setidaknya kami di Semi Palar belum menerima manfaatnya - hanya terasa kerepotannya belaka.
Sebetulnya sistem-sistem seperti ini - semacam Data Pokok Pendidikan - sangat penting untuk keperluan pemetaan. Sistem ini perlu ada selain mengumpulkan data dari jutaan sekolah di Indonesia, perlu ada data analis, orang-orang yang mampu mengolah data. Karena bagaimanapun data seperti ini di Indonesia kan sangat ekstensif. Big Data - istilah kerennya. Dan perlu orang-orang dengan keterampilan tertentu yang bisa mengelola dan mengambil manfaat dari data yang terkumpul tersebut. Disi lain, data apapun yang diambil perlu bawa manfaat bagi unit terkecil yang berkontribusi - jadi bagian dari data besar tersebut. Dengan kata lain, orang-orang yang membangun sistem tersebut, perlu tahu bagaimana mengekstraksi manfaat, apapun bentuknya dari data-data yang diambil. Bagaimanapun sistem apapun yang dibuat hanya perangkat.
Saya masih ingat beberapa tahun ke belakang ada satu survey dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, yang mengangket semua warga sekolah. Entah berapa banyak data di ambil dari kepala sekolah, orangtua, guru, staff pendidikan bahkan murid. Rio (tim Semi Palar) yang bertugas sebagai operator data pernah menghitung bahwa jumlah pertanyaan yang harus dijawab setiap murid saja mencapai ratusan pertanyaan. Berapa jumlah data yang didapat dari jutaan responden yang ikut serta dari seluruh Indonesia. Lalu pertanyaan lanjutnya data-data itu jadi apa? Buat apa?
Jujur saya terus bertanya-tanya apa yang ada di benak rekan-rekan yang merancang hal-hal seperti itu. Jangan-jangan ini hanya satu lagi dari sekian banyak upaya untuk memanfaatkan anggaran yang ada di kementrian... Kalau betul begitu menyedihkan sekali ya... Semoga ke depan hal-hal semacam ini bisa dihilangkan...