AES834 Menyapa Pagi di Tahura
Andy Sutioso
Sunday August 24 2025, 2:35 PM
AES834 Menyapa Pagi di Tahura

Ibarat tahu bulat, dadakan saya, kak Lyn dan kakak ipar saya pagi tadi bersepakat untuk olah raga pagi di Tahura. Berangkat dari rumah pukul tujuhan, setiba di Tahura parkiran bawah di sebelah kiri dan kanan sudah padat. Lanjut ke parkiran atas, masih cukup kosong. Sepertinya tidak banyak yang tahu juga bahwa ada alternatif lahan parkir di pintu 2 Tahura. 

Suasana cukup ramai, di luar perkiraan. Tapi kami pun bergegas, karena tujuannya memang berolahraga. Saat terlalu ramai, suasana Tahura juga kurang bisa dinikmati. Di sela-sela pengunjung yang menikmati suasana Tahura, kami masih menikmati bagian jalur perjalanan yang kosong, otomatis suasana alam lebih terasa. Matahari yang menembus dedaunan, hembusan angin menerpa pepohonan, segarnya udara dan berubahnya panorama, saat kami bergerak maju. 

Sudah cukup lama tidak mampir ke sini, tempat ini masih cukup terpelihara dengan baik. Bersih, tidak banyak sampah. Yang berbeda adalah volume pengunjung yang saat banyak. Tapi ini pertanda baik juga. Masyarakat semakin gandrung dengan kegiatan di alam seperti ini. Konsekuensi lainnya adalah beberapa arae jadi ditutup - sepertinya karena alasan keamanan. 

Yang selalu saya lakukan saat berada di lokasi seperti Tahura adalah mengamati matahari pagi di antara dedaunan. Sepertinya kesukaan saya dengan Hirayama San sama, melihat masuknya cahaya matahari di antara dedaunan, dan ya, seperti adegan di filem Perfect Days, sosok Hirayama San yang diperankan aktor Koji Yakusho, hal ini sering membuat saya tersenyum. 

Mendekat ke arah Maribaya, kami berbelok di percabangan ke kanan untuk melihat Curug Omas. Ya, di daerah inilah yang beberapa akses ke arah aliran sungai dan air terjun ditutup. Beberapa akses yang curam di pagari termasuk dua buah jembatan yang sekarang tertutup karena kondisinya sudah tidak layak. Sayang sekali, semestinya pengelola memperbaiki kedua jembatan ini karena ini salah satu yang jadi atraksi terkuat untuk bisa menyaksikan Curug Omas dari dekat. 

Tapi saya senang karena saya sempat mendapatkan foto bagus (maafkan kalau geer) di atas ini. Sesampai di rumah dan menelusuri foto-foto perjalanan, foto ini saya amati ternyata hasilnya saya suka banget. Komposisinya, warna, lalu efek cahaya yang muncul, termasuk ada lens-flare di sebelah kanan yang ikut menjadi bagian dari komposisi foto ini. Foto ini saya efek sedikit supaya warnanya lebih kuat, karena sepertinya lensa kamera hape saya tidak cukup bersih untuk bisa merekam suasana tersebut. Inilah catatan saya dari menyapa pagi hari ini. Menyenangkan bahwa kota kita ini masih punya titik-titik keindahan yang masih sangat bisa dinikmati, semoga bisa terus dijaga di masa mendatang. Salam.