AES705 Memaknai Ulang Belajar
Andy Sutioso
Sunday September 22 2024, 9:07 AM
AES705 Memaknai Ulang Belajar

Apakah kita paham seutuhnya kata belajar? Kalau sudah paham apakah kita bisa, mampu, apakah kita terbiasa menempatkan diri di dalam keterbukaan diri supaya bisa betul-betul sungguh belajar. Apakah kita bisa menghindar dari kondisi merasa sudah atau merasa paling, apakah kita sudah menghayati belajar. Mari ingat kembali apa yang disampaikan Aki Muhidin. Empat larik kalimat pendek yang kata kuncinya adalah can tangtu.

Ternyata kitapun perlu belajar tentang belajar, belajar untuk ngajadi manusia pembelajar. Manusia yang terus berusaha menempatkan diri dalam situasi tidak tahu, tidak paham dan tidak bisa agar selalu terbuka dalam situasi apapun saat berhadapan dengan siapapun. 

20241002_084351_resize_27.jpg

Saya jadi ingat menyimpan buku lama yang belum tuntas saya baca. Judulnya adalah "Even a Stone Can be a Teacher" karya Sheldon Kopp. Tampaknya ini waktunya saya membaca ulang buku ini.

Kemarin saya membaca esai @jovanna di Ririungan ini. Jovanna ini baru beberapa bulan bergabung di KPB. Tautan ke tulisannya ada di sini, Menurutnya tulisan dia itu ga jelas karena hanya merupakan tumpahan kekesalannya kemarin sejak pagi hari. Bagi saya tulisan Jovanna juga menjadi bahan belajar dan bahan refleksi bagi saya. Bahkan tulisan Jovanna menjadi inspirasi bagi tulisan saya hari ini. Mengingatkan saya bahwa belajar - dalam konteks tulisan Jovanna untuk memahami diri sendiri adalah salah satu hal yang paling sulit.  

Dari situ saya menyimpulkan belajar memahami diri sendiri (literasi diri) adalah sesuatu yang jauh lebih sulit dibandingkan kita belajar memahami apa yang ada di luar diri kita (literasi semesta). Sayapun masih mengalaminya setelah perjalanan kehidupan saya yang sudah cukup panjang. Hal ini saya kira perlu kita tempatkan di kesadaran kita yang terluar. Agar kita lebih pas dalam mempersepsi, menempatkan diri dalam mengelola segala peristiwa dan situasi kehidupan kita sehari hari. 
Dari apa yang saya pahami, kita memang berhadapan dengan ego diri kita. Di sinilah tantangannya bahwa kita harus 'mengalahkan ego kita' - dalam konteks ini kita memang perlu mengalahkan diri sendiri. 

Salah satu tokoh yang banyak membahas soal ini adalah Eckhart Tolle. Videonya saya tempatkan di bawah ini. Di awal video dia bilang bahwa. the most difficult thing to do is to know thyself. Mengenal diri sendiri. Pengenalan diri, Literasi Diri. Jadi ya begitulah kita perlu lebih paham tentang apa itu belajar, memaknai dan membawanya ke ruang kesadaran setiap saat. Supaya setiap peristiwa, setiap saat membawa kita dalam proses belajar, mengenal semesta dan diri sendiri. Salam. 

Photo by Sindre Fs: https://www.pexels.com/photo/photo-displays-person-holding-ball-with-reflection-of-horizon-940880/

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Terima kasih buat @jovanna, saya jadi terinspirasi bikin tulisan ini. Semoga terus semangat menulis - karena menulis adalah salah satu cara terbaik mengenal diri kita. 🙏🏼😊