AES456 Bebenah Akhir Tahun
Andy Sutioso
Saturday December 31 2022, 9:36 AM
AES456 Bebenah Akhir Tahun

Di posting sebelumnya saya menulis tentang agenda akhir tahun. Salah satu yang utama adalah bebenah, beberes. Bukan hanya beres² rumah

Ya tahun ini banyak perubahan signifikan di kehidupan keluarga kami. Sampai bulan Juni lalu, Rico masih ada di rumah. Sekarang tinggal kami berdua. Kalau dulu tugas membersihkan rumah bisa dibagi bebannya ke tiga orang, sekarang tinggal kami berdua. Sementara kesibukan kami juga kurang lebih masih sama. Otomatis rumah jadi lebih ga terurus. Banyak sudut-sudut rumah yang jadinya tidak terabaikan. 

Soal tempat tinggal harus dipikirkan juga bagaimana solusinya ke depan. Bukan hal sederhana juga karena kami sudah tinggal di rumah yang sekarang ini sekitar 25 tahun. 

Bebenah bukan hanya soal rumah, tapi momen jeda yang saya dapatkan saya manfaatkan juga untuk merefleksikan berbagai sisi kehidupan saya. Tentang peran saya di Rumah Belajar Semi Palar, di keluarga besar, sebagai seorang anak, suami dan lainnya. Banyak rupanya yang harus dibenahi karena seperti rumah yang sudut-sudutnya tidak diperhatikan otomatis jadi berdebu, kotor dan dipenuhi sarang laba-laba. 

Tapi semuanya harus dimulai dari diri sendiri, dari dalam. Ini yang saya yakini. Kita harus menelaah dengan jernih apa yang penting dan utama bagi hidup dan kehidupan kita. Ke mana tujuan hidup kita sebenarnya di dalam konteks dan peran yang kita jalankan selama ini. Apakah kita masih di jalur yang semestinya. Apakah ada hal-hal penting yang luput kita perhatikan. 

Banyak hal yang saya temukan dari proses refleksi di tahun ini dan saya merasa banyak hal yang perlu saya lakukan berbeda dalam rangka membenahi hidup dan kehidupan saya. Bagaimanapun dinamisnya kehidupan sehari-hari di Rumah Belajar Semi Palar selama 18 tahunan ini, dalam lingkup yang lebih besar ini adalah sebuah rutinitas juga. Sesuatu yang berulang dan berulang. Kalau tidak disadari betul, siklus ini jadi memerangkap kita juga. Kita tidak betul-betul menyadari segala sesuatunya karena kita sudah terbiasa. 

Secara keseluruhan, segala sesuatu yang berjalan adalah sebuah proses.