AES923 Tunas
Andy Sutioso
Monday March 16 2026, 1:43 PM
AES923 Tunas

Sudah beberapa minggu saya punya kesukaan baru. Sesuatu yang muncul karena Semi Palar COOP punya media tanam yang menurut saya kualitasnya bagus banget. Sudah beberapa bulan mencoba produksi - tapi kali ini, media tanam yang dihasilkan dari komposter di kebun belakang Semi Palar oleh mang Uhen memang bagus banget. Sejauh ini, mungkin sudah hampir 20 kantong saya beli, hasilnya cukup konsisten. Dan ya. kualitasnya bagus. Nah apa itu kesukaan barunya? Berkebun. Bukan yang gimana-gimana banget tapi saya jadi senang sekali memelihara tanaman hias yang ada di rumah. 

Motivasi awalnya adalah mencoba membuktikan bahwa media tanam mang Uhen memang bagus. Saya sedikit-sedikit tahu ciri-ciri media tanam yang berkualitas. Dari warnanya, dari teksturnya, dari bagaimana dia tidak mudah buyar, tapi tidak padat juga. Gembur, lembab. Aromanya juga beda. Satu lagi, kalau diamati betul, media tanam itu menyimpan banyak organisma, ada serangga-serangga kecil, jamur, dan tentunya mikroba (nah yang ini memang tidak kasat mata) hidup di dalamnya. Tapi intinya, media tanam ini menyimpan kehidupan. Karena menyimpan kehidupan, media tanam ini juga baik untuk menyokong kehidupan. 

Nah ini yang saya ingin buktikan. Saya jadi senang memindahkan tanaman-tanaman di dalam pot yang terlihat tidak sehat. Kurus, daunnya kecil-kecil. Tanahnya juga kering. Kalaupun sudah disiram, ia mudah sekali kering - tanah yang kurang sehat tidak baik menyimpan / mempertahankan kelembaban. Nah tanah ini yang kemudian saya ganti. Potnya saya bersihkan, media tanamnya ditukar dan tanaman yang kurang sehat itu saya tanam kembali. Begitu saja. Sederhana. Tapi prosesnya sangat membahagiakan, saat saya bisa melihat tunas-tunas baru muncul di bagian-bagian tanaman tersebut. Trubus, istilahnya. Di saat akar tanaman sudah membangun koneksinya dengan media tanam yang baru, sumber kehidupannya dengan segera pertumbuhan, perkembangan tanaman itu segera terlihat. Saya sangat menikmati mengamatinya. Dari situ saya kembali dan kembali lagi melakukannya. Saat ini sudah ada puluhan pot kecil yang sedang saya urus hari demi hari. Seru. Saya jadi teringat kilasan filem Perfect Days - tentang bagaimana Hirayama-san mengurus tanaman-tanaman dalam pot di teras rumahnya. Ya sepertinya saya bisa membayangkan apa yang beliau rasakan saat melakukan itu setiap hari. 

Di sini saya ingin mengaitkan tentang pertumbuhan tanaman dengan proses kita mendampingi tumbuh kembang anak. Saya sangat suka ungkapan yang bilang begini: "Kita tidak perlu mengajari anak bertumbuh kembang. Tugas kita orangtua adalah memberikan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang mereka. Menjadi tanah yang subur, memberikan air dan sinar matahari yang hangat. Dari situ anak akan bertumbuh kembang menjadi dirinya sendiri. Sesederhana itu sebetulnya. 

Kalau kita pernah menanam sesuatu dari benih. Pernahkah kita menyadari bahwa dari benih yang kecil dan sangat sederhana, ia bisa tumbuh menjadi tanaman lengkap dengan segala keutuhan dirinya. Akar, batang, dahan, daun, kemampuannya berfoto sintesis, menghasilkan bunga dan buah dan seterusnya. Sama halnya dengan anak-anak kita. Sejak dilahirkan ke dunia, mereka sudah membawa bersama mereka keutuhan dirinya. Ini perlu disadari betul oleh kita orangtuanya. Membantu mereka bertumbuh kembang seutuhnya adalah peran utama kita, menjadi orangtua yang berkesadaran. Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙏🏼🌱

You May Also Like