Menengok sedikit ke dalam tenda penjual makanan di tepi jalan, sang pemilik warung makan mengalihkan pandangannya kepada saya, mengenali saya dan segera bertanya, "Seperti biasa ya mas?" Beliau sudah tahu apa pesanan saya. Saya mengacungkan jempol, dia mengangguk dan kembali ke pekerjaannya.
Duduk di bangku plastik, menanti pesanan pecel lele selesai disiapkan. Suara kendaraan terdengar lalu lalang di balik punggung, dibatasi selembar kain spanduk warung Pecel Lele langgananku. Deretan pelanggan yang baru berbuka menyantap sajian nasi uduk hangat dengan pecel lele dan sambal spesialnya. Pemilik warung dengan sigap menyiapkan pesanan. Suara gorengan nyaring terdengar. Sambil menunggu saya menengok ke luar warung - ke arah jalanan - yang tidak terlalu ramai. Bulan purnama sudah naik cukup tinggi, bercahaya di sela dedaunan - di balik pohon yang tumbuh di tepi jalanan - di atas kaki lima yang permukaannya tidak lagi rata, keramik penutup trotoir yang pecah berserakan dan menyimpan genangan air hujan.
Beberapa pelanggan datang lagi, seorang ibu bersama anak remajanya masuk ke dalam tenda dan menyampaikan pesanannya. Tidak lama pemilik warung mendekat dan menyampaikan pesanan saya. Saya membayar pesanan, mengucapkan terima kasih dan kembali ke tempat saya memarkir kendaraan saya. Perjalanan pulang bagi saya terasa sepi... hanya bulan yang masih menemani.
Photo by Griffin Wooldridge: https://www.pexels.com/photo/full-moon-over-the-tree-3654869/
Wah keren! Baru tahu ada sisi ini di kak Andy
Walah belum beres diedit sudah ada yang mbaca. 😁
hahaha... saya kira sedang buat puisi