AES702 Random tapi Nyambung
Andy Sutioso
Wednesday September 18 2024, 11:29 PM
AES702 Random tapi Nyambung

Ini adalah kesempatan kedua kalinya saya ngobrol bersama beberapa rekan orangtua perwakilan kelas di TP20 ini. Obrolan yang sangat mengalir tapi bagi saya benang merahnya jelas. Topiknya random (acak) tapi karena mengalir ya ada kesinambungannya satu sama lain. Ada benang merahnya. Kali ini yang hadir adalah pak Bayu, bu Sanya, bu Sari dan pak Firman, bu Amel, bu Pia dan bu Frika. Rekan-rekan orangtua ini mewakili berbagai jenjang belajar di Semi Palar. 

Obrolan bermula dari pengalaman menyekolahkan anak di Semi Palar, apa yang dirasakan berbeda. Bagaimana anak-anak berproses di Semi Palar juga bagaimana orangtua juga merasakan hal yang sama. Saya hanya mengamini hal tersebut, dan mensyukuri bahwa penamaan Rumah Belajar bukan sekedar branding belaka, tapi Rumah Belajar memang jadi ruang belajar bagi kita semua. 

Sore itu obrolan yang terjadi banyak banget topiknya, mulai dari air yang kita simpan dalam kendi - yang dimunculkan lagi saat Selametan lalu bergeser ke sejarah dan tradisi keluarga. Kita semestinya bersepakat bahwa tradisi / nilai-nilai keluarga sangat penting. Banyak dari kita yang sudah kehilangan tradisi keluarganya dan sedapat mungkin ini perlu ditelusuri. Anak-anak kita perlu sedapat mungkin menyadari hal ini. Dari situ obrolan berpindah juga ke perubahan besar yang sekarang sedang terjadi, salah satunya karena siklus semesta yang sedang berada di titik peralihan - dan saat ini kita semua sedang berada di titik terendahnya - dan perlahan-lahan kita akan mengalami transisi ke berbagai situasi yang lebih baik. Firman juga banyak mengetahui tentang ini. Inilah yang menjelaskan kenapa segala sesuatu saat ini terlihat dan terasa chaotic. Kacau balau. Soal ini juga kemudian lanjut ke obrolan tentang kesehatan - sampai akhirnya muncullah di grup Korlas satu link youtube tentang BioFrequency. Saya akan menulis tentang ini juga di kesempatan berikutnya. 

Cerita-cerita tentang anak-anak juga banyak dibagikan, tentang keunikan masing-masing, dan kita memang banyak dibuat terheran-heran (termasuk bingung) bagaimana merespons mereka dengan pas. Tapi itulah keunikan mereka. Dan mereka hadir di dunia ini melalui kita kedua orangtuanya. Karena kebingungan kita itulah kita sebagai orangtua harus terus belajar untuk paham bagaimana mendampingi mereka sampai dewasa dan menjadi diri mereka seutuhnya. 

Bagi saya ini adalah obrolan yang istimewa. Super mewah. Wacana-wacana yang jarang sekali ditemukan di ruang obrolan sehari-hari. Tapi ya inilah salah satu kemewahan yang ada di Semi Palar. Salah satu alasan kenapa saya sangat gandrung dengan obrolan-obrolan semacam ini. Di dalam ruang seperti inilah pikiran-pikiran kita dibuka dan kita bisa saling belajar satu sama lain. Jadi terima kasih sedalam-dalamnya atas teman-teman yang hadir dan bertukar pikiran dalam pertemuan kemarin itu. Satu hal yang menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana kita bisa membawakan forum-forum seperti ini ke ruang yang lebih luas, ke keluarga besar Semi Palar. 

20240918_191257_resize_0.jpg

Menutup tulisan ini, saya ingin menggaris bawahi satu hal penting, bahwa di tengah situasi peradaban yang sangat tidak menentu, saat inilah anak-anak kita dilahirkan. Dengan segala keunikan mereka, kita perlu meyakini betul bahwa anak-anak kita adalah anak-anak zaman. Tidak ada peristiwa kebetulan. Sang pencipta memang menghadirkan mereka di zaman yang seperti ini. Saat kita bisa membantu mereka bertumbuh kembang seutuhnya, mereka akan menghadirkan diri sesuai tuntutan jamannya. Mereka akan menjadi kepingan peradaban, menjalankan peran sebagaimana Sang Pencipta menciptakan mereka dan harapannya mereka akan membawakan kebaikan di lingkungannya masing-masing. Dalam pemikiran seperti inilah, anak-anak kita Semi Palar, tumbuh menjadi harapan. Semoga tulisan ini bermanfaat.