Bertahun-tahun saya mencoba berbagi tentang situasi kerusakan lingkungan dan mencoba berbagai hal untuk membangunkan kesadaran orang-orang terdekat - terutama keluarga dan di Rumah Belajar Semi Palar mengenai hal ini. Menjelaskan bahwa bumi kita, rumah kita sedang ada dalam keadaan bahaya - karena berbagai hal yang kita lakukan - dan akhirnya akan menghancurkan kehidupan kita sendiri.
Kemarin kami menyelenggarakan Hari Belajar di Pendopo, membahas lanjut tentang hal ini, melanjutkan apa yang sudah disampaikan di Pengantar Perencanaan dan Taki-taki sebelum hari Sabtu nanti kita akan menyelenggarakan Slametan untuk mengawali TP-19 di Rumah Belajar Semi Palar. Kami mulai sesi belajar kemarin dengan refleksi diri, menangkap apa yang jadi persepsi kita masing-masing mengenai Krisis Iklim.
Direkam melalui mentimeter, grafik di atas ini menggambarkan persepsi kakak-kakak sebelum kita menonton dua filem pendek. Kami juga membahas tentang bagaimana proses membangun kesadaran - dikaitkan dengan apa yang disampaikan Aki Muhidin. Kesadaran memang perlu dimulai dengan pengetahuan (nyaho) yang memadai. Kepingan pengetahuan yang memadai akan membangun pemahaman yang utuh. Pemahaman yang utuh inilah yang berpotensi membentuk kesadaran. Kesadaran, kemarin didefinisikan bersama sebagai sesuatu yang menjadi dorongan dari dalam diri - supaya kita melakukan sesuatu secara berkesinambungan.
Dalam kesempatan itu, saya juga sempat bertanya kepada kakak, berapa jumlah filem dokumenter - lingkungan hidup yang pernah ditonton. Ternyata tidak banyak juga. Hanya 3 kakak yang sudah pernah nonton lebih dari 4 filem. Yang lain kebanyakan hanya menonton 1-2 filem saja. Ini yang saya bayangkan - bahwa saat wawasan kita masih terbatas, pemahaman kita belum utuh dan akhirnya sulit mengharapkan munculnya motivasi untuk terus melakukan sesuatu - secara konsisten. Hal inilah yang sangat kita butuhkan untuk merespon kerusakan lingkungan. Bergerak dari sesuatu yang lama ke sesuatu yang baru.
Kemarin saya dan kakak-kakak menonton dua buah filem. Filem pertama adalah TED-Talk yang dibawakan oleh Al Gore tentang menjadikan aksi-aksi radikal untuk mengembalikan kestabilan iklim sebagai sebuah New Normal dan kedua, filem dokumenter mengenai 9 Planetary Boundaries.
Filem kedua yang saya sangat-sangat rekomendasikan untuk kita tonton agar pemahaman kita lebih utuh adalah filem yang trailernya ada di bawah ini. Dibawakan oleh Sir David Attenborough - tokoh lingkungan hidup global yang sekarang usianya sudah 93 tahun dan sejak usia muda menyuarakan terus berbagai hal tentang lingkungan hidup. Saya sendiri sudah mengenal pemikiran-pemikiran beliau cukup lama. Di usia mudanya (30-an) beliau bahkan sudah berkunjung ke Kalimantan untuk melihat sendiri habitat orangutan yang mulai rusak dan mengancam kelestarian hidup orangutan.
Filem Beyond Boundaries - karena keterbatasan waktu hanya sempat kita lihat separuhnya. Di dalamnya sempat dibahas tentang 5 planetary boundaries. Walaupun belum tuntas mudah-mudahan filem tersebut sudah memberikan gambaran bagaimana segala sesuatu yang kita lakukan serba terkoneksi - dan karenanya kita perlu cara pandang yang lebih holistik agar bisa berbagai langkah kehidupan kita lebih bijak dan tidak membawa keburukan.
Seusai menonton kedua filem tersebut, kami mengulang kembali proses refleksi - tentang bagaimana kita sekarang memandang Krisisi Iklim. Perubahan terlihat, mudah-mudahan, kesadaran kakak-kakak betul berubah dan mendorong diri kita semua untuk pertama-tama melakukan perubahan gaya hidup dan selanjutnya memfasilitasikan proses kesadaran ini kepada anak-anak di Semi Palar, karena bagaimanapun, Semi Palar adalah sebuah lembaga pendidikan.
Catatan penutup. Hal yang paling penting sekarang ini adalah menyebarkan kesadaran yang sudah kita punya tentang hal ini, tentang kerusakan lingkungan yang sampai hari ini masih terus kita lakukan dengan segala aktivitas kita, tentang krisis iklim yang saat ini terjadi. Kalau kita mencintai kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita semua, kita ingin masa depan yang membahagiakan bagi anak cucu kita, kita harus melakukannya. Karena persoalan ini adalah persoalan tentang Bumi Kita, Rumah Kita... Salam.