Back Azimuth adalah salah satu istilah navigasi perjalanan yang banyak dikenal bagi para pegiat kegiatan luar ruang. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa dalam perjalanan yang medannya sangat tidak menentu, para pejalan bisa memastikan masih berada dalam arah yang benar. Saya pertama mendengar istilah ini dari kang Aat Soeratin, dalam forum-forum di komunitas Rumah Nusantara. Sederhananya, Back Azimuth adalah bagaimana para pejalan membidik kembali (dengan kompas dan peta perjalanan) ke arah titik berangkat untuk mengetahui apakah posisi yang sekarang masih sesuai dengan titik yang dituju di awal perjalanan. Saya sepakat bahwa hal ini adalah hal yang penting bagi siapapun, mengingat setiap manusia tidak bisa melepaskan diri dari proses. Proses terjadi karena manusia tidak bisa melepaskan diri dari ketukan waktu, yang terus bergerak detik ke detik dan seterusnya.
Apalagi bagi seseorang atau sekelompok orang yang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan menjadi kata yang perlu digaris-bawahi. Karena saat tujuan ditetapkan, rangkaian perjalanan, proses melangkah, setapak demi setapak, cepat atau lambat juga tidak bisa dihindari - harus dilewati.
Sepertinya saat ini proses Back Azimuth ini sedang berjalan di Semi Palar. Proses yang berjalan di sepanjang TP-19 membawa kita ke titik ini. Beberapa dari tim Smipa yang menyebut diri Tim Liburan menjadwalkan pertemuan rutin membicarakan lagi hal-hal esensial yang sepertinya selama ini luput dari perhatian. Hal yang tidak kasat mata - tapi terasa. Ini soal spirit, soal dorongan semangat dan nilai-nilai mendasar yang ada saat Rumah Belajar Semi Palar didirikan.
Dulu sebagian besar yang kami miliki adalah ketidak-tahuan. Kami tidak banyak tahu tentang bagaimana mendirikan dan mengelola sekolah. Yang kami punya dulu adalah semangat untuk melakukan sesuatu. Dan setahap demi setahap, pengetahuan, hal-hal teknis dan sistem itu kami rancang dan rumuskan karena punya semangat besar untuk belajar bagaimana caranya mewujudkan Semi Palar. Tanpa banyak disadari setelah belasan tahun kami berjalan dan cukup tahu bagaimana mengelola sebuah sekolah, semangat yang dulu jadi hal sangat penting sepertinya mulai ditinggalkan - atau terlupakan dan mungkin tidak banyak lagi dihayati oleh warga Semi Palar hari ini.
Jadi, ke situlah kita akan menelaah kembali. Menelaah kembali spirit - semangat apa yang dibawa yang telah bisa membawa kita sejauh ini. Dan mudah-mudahan saat spirit ini bisa dihayati oleh sebagian besar warga Semi Palar, rumah kita bersama ini akan berjalan terus sampai ke waktu-waktu mendatang. Salam Smipa.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/person-holding-gray-and-black-compas-220147/