AAS557 Melebur ke Sungai Cikahuripan
Andy Sutioso
Tuesday August 15 2023, 2:41 PM
AAS557 Melebur ke Sungai Cikahuripan

Cikahuripan, air kehidupan... itu nama sungai yang aliran airnya kami susuri saat kami beberapa warga Smipa mencoba Niis ke Gambung. Mendengar nama itu disebut pa Anwar saya tertegun sejenak, menyadari bahwa perjalanan kami ke Gambung dan ke hutan di dekat tempat kami menginap sejalan dengan apa yang dijadikan tema besar di TP19 ini : Merayakan Kehidupan.

Pagi jam 7.30, mundur sedikit dari rencana, kami mulai berjalan melalui desa Pangkalan dan masuk ke area hutan yang di bawahnya ditanami kopi oleh warga desa setempat. Suasana kebun beralih menjadi suasana hutan. Tidak lama suasana di sekitar kami berubah semakin hijau. Udara sejuk menyelimuti. Semakin banyak hal yang bisa kita amati. Hal-hal yang jarang kita temui di kehidupan kita sehari-hari.

Memasuki paruh perjalanan gemericik air mulai terdengar. Setelah satu tanjakan yang cukup terjal kami menjumpai aliran sungai Cikahuripan. Saya mendekat, dan menciduk air sungai dengan tangan dan menghirupnya perlahan. Air yang masih murni dan datang dari alam. 

Di barisan depan, teman-teman kecil dengan antusias mengamati aliran air sungai dan mencoba meminumnya langsung. Video di bawah ini merekam peristiwa yang cukup menarik ini. 

 

Melanjutkan perjalanan, kami berjalan menyusuri Sungai Cikahuripan. Setiba di lokasi yang disebut oleh pak Anwar sebagai Irigasi, satu demi satu kami mulai mencoba menjejakkan kaki ke dalam aliran sungai. Air sungai terasa sangat-sangat dingin. Dinginnya air menusuk dan membuat kaki terasa ngilu. Perlu beberapa waktu sampai saya kuat berdiri bertahan di dalam aliran sungai. Yang luar biasa anak-anak seperti tidak merasakan dinginnya air dan dengan gembira bermain di sungai. Pemandangan yang luar biasa. Saya ikut berbahagia menyaksikannya karena bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat-sangat berharga. Melebur ke sungai Cikahuripan, merayakan kehidupan.  

20230812_084249.jpg

Catatan terakhir yang penting adalah cerita dari pa Anwar bahwa sungai Cikahuripan ini menjadi sumber kehidupan bagi warga 4 RW yang jumlahnya sekitar 1500 KK. Luar biasa ya. Karena itu setiap tahun warga Desa Cisondari ini masih mengadakan selametan (ruwatan). Upacara yang dilakukan untuk menjaga agar sumber air ini tetap terjaga keberadaannya. Hal-hal seperti inilah yang hilang dari kehidupan manusia di kota-kota besar. Saya sempat berpesan kepada pak Anwar untuk mengabari saat upacara akan diselenggarakan dan minta ijin kalau kami boleh hadir untuk menyaksikannya. Demikian secuplik kisah dari sungai Cikahuripan. Semoga bermanfaat.