AES779 Apakah Semesta Bisa Membuat Kesalahan?
Andy Sutioso
Sunday March 23 2025, 12:36 PM
AES779 Apakah Semesta Bisa Membuat Kesalahan?

Pagi tadi seberkas tanya melintas di alam pemikiran saya. Kalau segala sesuatu yang selama ini berjalan sejak awal mula, segala sesuatu yang ada, seluruh eksistensi di alam semesta ini, apa adanya, sebagaimana sebuah kesadaran semesta yang menuntun arahnya, apakan kekuatan, arus besar yang mengarahkan proses tersebut - sebutlah Tuhan, Semesta, Kesadaran atau lainnya, pernah atau bisakah sesuatu yang serba Maha itu melakukan kesalahan

Kehidupan saya, yang dimulai dari kelahiran saya melalui orangtua saya. Pertemuan saya dengan anda, berjumpanya anda dengan tulisan ini, pertemuan kita di Semi Palar, bertemunya atau tidak bertemunya saya dengan jodoh atau soul mate saya... pernahkah hal tersebut terjadi, termanivestasikan atas sebuah kesalahan? Dapatkah kita dengan penuh keyakinan menjawabnya? 

Kalau jawabannya tidak, lalu kenapa kita sering merasa bahwa banyak hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, masalah yang kita hadapi, kesulitan-kesulitan yang kita alami dan seterusnya, dari mana itu datang? Kenapa itu terjadi, kalau arus besar semesta semestinya berjalan seperti yang semestinya. Fitrah Tuhan, hakikat penciptaan dan proses-proses yang berjalan sejak awal mula, sejak titik awal segala sesuatu ini. 

Di tulisan sebelumnya saya sempat menulis tentang keselarasan kita dengan semesta. Kalau arus besar - proses semesta ini berjalan sebagaimana mestinya, kalau manusia berproses selaras dengan semesta, bukankah kesimpulannya, hidup dan proses kehidupan manusia juga baik adanya? Bukankah logika sederhananya begitu? Kembali lagi ke konsep Makro Kosmos dan Mikro Kosmos. Konsep yang sudah hadir di berbagai peradaban manusia di berbagai penjuru dunia. 

Sejauh pemahaman saya, hanya manusia yang punya kemampuan untuk memilih - mengambil keputusan yang kemudian memengaruhi jalan hidupnya. Makhluk lain kehidupannya berjalan sesuai arus besar semesta. Dinosaurus yang punah salah satu contohnya, tapi manusia karena kecerdasannya punya kemampuan berbeda. Di sisi lain memang hanya manusia yang punya kesadaran, dan sebagai konsekuensi logisnya, terbukalah kemungkinan ketidak-sadaran

Dalam pemahaman saya ketidak-sadaran inilah yang berpotensi besar menyebabkan ketidak-selarasan, ketidak-selarasan ini yang kemudian menjadikan ketidak-bahagiaan. kebingungan, berbagai permasalahan dan lain sebagainya. Menemukan kesadaran diri (self awareness) dengan sendirinya menjadi kunci kehidupan manusia. Menjadi kunci kebahagiaan, keselarasan, pemaknaan hidup dan lain sebagainya. Saya kira esensi kehidupan manusia terletak di sini. Semesta tidak pernah salah, termasuk kenapa manusia dianugerahi kesadaran diri. Inilah proses belajar, di dalam maknanya yang paling mendasar. Semoga tulisan ini bermanfaat. Namaste 🙏🏼.

Photo by Poppy Thomas Hill: https://www.pexels.com/photo/a-worn-out-yellow-pencil-in-close-up-6555379/