AES046 Berdiri di antara 7 Milyar Manusia
Andy Sutioso
Tuesday June 29 2021, 10:27 AM
AES046 Berdiri di antara 7 Milyar Manusia

Sore tadi kami menuntaskan kegiatan yang terakhir di TP16 ini, pelepasan teman-teman KPB K-12. Seperti halnya kelompok Sisik Naga dan Saffron, pelepasan harus dilaksanakan secara daring. Dihadiri rekan-rekan KPB K-10 dan K-11, rekan-rekan orangtua, para kakak dan beberapa rekan komunitas rekanan belajar KPB, kami kumpul sederhana di ruang virtual Google Meet.

Kami berbincang tentang apa yang teman-teman K-12 presentasikan di penghujung jenjang KPB setelah berbagai 3 tahun proses pembelajaran yang dijalani. KPB adalah kelompok pembelajaran yang unik. Sejak angkatan pertama, muridnya maksimal hanya 7 anak. Angkatan ke 3 ini juga mulai dengan 7 anak, tapi menuntaskan prosesnya dengan 5 anak : Carenza, Tyogo, Lia, Farah dan Toby. Buat Semi Palar, KPB ini sangat penting, dalam hal kelengkapan proses pembelajaran holistik yang memang diusung Semi Palar. Menemukan Bintangku Sendiri - itu jargonnya. Proses ini baru mulai berjalan selepas jenjang SMP - memasuki tahapan 7 tahun ke tiga, umur 14-21 tahun. 

Pembelajaran Berbasis Komunitas di KPB dari beberapa tahun pengalaman ternyata cukup kuat membangun hal tersebut dalam diri anak-anak yang memilih belajar di KPB. Sasaran belajarnya sederhana, mengenal diri sendiri dan mengenal lingkungan di luar diri mereka (melalui interaksi dengan berbagai komunitas) dan merangkai dua hal itu ke dalam berbagai proses refleksi dan pengenalan diri supaya mereka bisa merangkai kepingan2 pengalaman dan penghayatan tersebut ke dalam rencana kehidupan mereka ke depan. Kalau di sekolah lain anak-anak diberikan Ujian Akhir mengerjakan soal, teman2 KPB sibuk merefleksikan diri dengan apa yang akan mereka lakukan dalam kehidupan mereka - menuliskan My Life Plan.  

Apakah itu akan berubah sejalan dengan perjalanan waktu, tidak terlalu jadi masalah, toh situasi terus berubah, apa yang akan mereka temui dan hadapi juga belum bisa dipastikan, tapi memfasilitasi bahwa mereka punya sesuatu, dan ada yang bisa jadi tujuan hidup mereka, hal ini jadi sangat berharga.

Bicara dalam ranah kesadaran, hal-hal ini disebut Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Satu konsep yang pertama kali saya dengar dari kang Aat Soeratin.     

Dari 14 orang lulusan KPB ditambah 5 orang lulusan KPB ini, saya bisa melihat bagaimana setiap dari mereka punya kesadaran yang tinggi terhadap hal-hal itu. Masing-masing individu berbeda. Mereka nyaman dengan dirinya sendiri dan punya keyakinan terhadap apa yang akan mereka lakukan dengan hidup mereka masing-masing. Unik, Otentik... 

Dalam situasi di mana setiap manusia di dunia - harus berdiri dan memunculkan eksistensi dirinya di antara 7 milyar manusia di atas muka bumi ini, tidak ada cara yang lebih baik daripada memunculkan keunikan diri masing-masing

Bagaimanapun ini adalah sesuai dengan fitrah segala ciptaan di alam semesta ini. Tuhan menciptakan segala sesuatu berbeda. Cobalah temukan 2 helai daun yang sama di atas muka bumi ini. Saya sangat ragu kita akan menemukannya. Bukankah begitu semestinya bahwa kita hidup sesuai fitrah ciptaan Sang kuasa?  

Esai pendek ini saya dedikasikan untuk teman-teman KPB, yang sudah menuntaskan prosesnya maupun yang masih menjalani prosesnya. Terima kasih banyak...