Acara keluarga di akhir bulan Maret lalu ternyata berujung menghadirkan beberapa kenalan dan anggota keluarga baru kami ke Rumah Belajar Semi Palar. Mereka adalah keluarga dan beberapa teman Sascha dan Inka yang datang dari Jerman untuk menghadiri acara, peristiwa keluarga kami di akhir bulan Maret. Entah kenapa mereka begitu penasaran dan ingin datang ke Semi Palar.
Dengan waktu kunjungan mereka ke Indonesia yang relatif singkat, semestinya banyak tempat lain yang bisa mereka lihat dan kunjungi, tempat rekreasi, alam dan hal-hal lainnya. Tapi entah kenapa mereka keukeuh ingin berkunjung ke Semi Palar. Akhirnya pada hari Minggu ini, kamipun mengantar mereka berkunjung ke Semi Palar.
Akhirnya terjadilah kunjungan spesial dari mereka-mereka ini ke Rumah Belajar Semi Palar. Kami mengantar mereka berkeliling dan mereka memang sangat ingin tahu apa yang terjadi dan difasilitasi di Rumah Belajar kita ini. Kita berkeliling dari ruangan ke ruangan, sambil Rico dan Inka membantu menerjemahkan apa yang kami sampaikan ke bahasa Jerman - bahasa yang lebih mudah mereka pahami, karena Bahasa Inggris bagi beberapa dari mereka juga relatif terbatas.
Salah satu foto di atas adalah saat mereka menanyakan apa yang tertulis di dinding biru Bengkel Smipa. Sepertinya mereka menangkap bahwa 4 baris kalimat pendek itu adalah sesuatu yang penting. Sekalian juga kami mengenalkan kepada mereka Bahasa Sunda, karena mereka sebelumnya tidak bisa membayangkan bahwa Indonesia punya ratusan Bahasa Daerah yang sama sekali berbeda. Di Jerman yang disebut dengan perbedaan bahasa adalah lebih ke perbedaan dialek atau cara bicara, sedangkan kata-kata yang digunakan pada umumnya sama. Mudah-mudahan saya tidak salah mengenai hal ini.
Satu contoh lagi adalah bagaimana mereka ingin tahu apa yang ada di bagian belakang kantor Semi Palar, dan sewaktu disebutkan bahwa kita pernah mencoba merangkai panel surya, mereka juga ingin melihatnya dan akhirnya mereka naik tangga ke tempat di mana panel surya itu ditempatkan.
Tapi ya demikianlah salah satu cerita yang bisa saya tuliskan di ruang ini, semoga bisa jadi catatan kecil untuk kita semua. Pengalaman saya, secuplik peristiwa yang pernah terjadi di Semi Palar, dan juga sedikit perspektif dari warga negara lain, Jerman dalam hal ini tentang bagaimana mereka kepenasaranan mereka tentang apa yang kita punya. Salam.