Tidak lengkap rasanya kalau tidak meninggalkan catatan dari Proses Kebersamaan keluarga besar Semi Palar kemarin. Selametan TP21, Menemukan Bintangku : dari Spirit ke Spiritualitas. Tentunya dengan tidak meninggalkan kesadaran bahwa This is No Ordinary Time. Bukan waktu, bukan momen biasa.
Bertepatan dengan momentum menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 80. Kita semua, masing-masing sebagai individu, sebagai bagian dari kolektivitas individu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari peradaban dunia yang sedang karut marut - di tengah alam semesta yang sedang berada dalam peralihan siklus besarnya yang terakhir kali terjadi 26.000 tahun lalu. Ditengah situasi inilah Semi Palar menyelenggarakan Selametannya di TP ke 21.
Ada bendera merah putih di sana... Bendera yang dibawa oleh kak @imamsuryantoko berkeliling di antara keluarga Smipa yang hening mendengarkan lagu Syukur. Ada kain panjang warna.biru yang menyimpan frasa Menemukan Bintangku. Kain panjang yang dirangkaikan, dipegang dan dibentangkan oleh teman-teman K8, K9 dan KPB.
Dari foto di atas ini tidak banyak lagi yang terlihat, karena di prosesi penutupan kami kemarin yang kami pegang hanyalah benda sederhana, tali temali dan benang-benang kasur. Utasan tali yang ditautkan satu sama lain Di atas jejaring tali temali itu kami menggantungkan doa-doa dan harapan kami, di antara bebungaan, daun dan ranting yang kami temukan di sana. Di atasnya jejaring ini kami membentangkan lambang bintang Semi Palar yang menyatukan, mengikat kami semua sebagai keluarga besar Semi Palar.
Jejaring dan bintang Semi Palar kami pegang untaiannya dan angkat bersama-sama, anak-anak, kakak-kakak dan orangtua. Bersamaan dengan itu ungkaian kata dibawakan oleh kak @adhmsm merangkum seluruh peristiwa Selametan tersebut.
Sederhana, sangat sederhana. Walaupun demikian mudah-mudahan ditangkap maknanya, dirasakan kebersamaannya di dalam seluruh rangkaian prosesnya.
Memang ritus singkat Selametan yang kali ini dirancang adalah simbolisasi dari berbagai hal yang kami anggap penting di Semi Palar. Yang kami pelajari justru simbol-simbol inilah yang dibaca oleh jiwa, oleh rasa, memby-pass kerja otak kita, kerja logika.
Di bawah ini cuplikan rekaman video dari kamera drone yang dibawa oleh Yopie. Nuhun pisan Yopie, tolong sampaikan ya kak @anaagustina08
Bagi keluarga besar Semi Palar yang hadir tentunya kami sangat berterima kasih, karena apa yang direncanakan, ruang kebersamaan, suasana kegembiraan tidak bisa terwujud tanpa kehadiran rekan-rekan semua. Hatur nuhun sadayana.