Ada proses yang secara sadar diubah dalam rangkaian proses penerimaan Calon Kakak di TP20 ini. Belajar, mengevaluasi dan merefleksikan proses sebelumnya. Secara teknis dirasakan sudah baik, tapi ada beberapa hal yang esensial yang sepertinya terlewat. Di TP20 ini berbagai proses membawa kita mengangkat kembali soal Spirit Smipa ke permukaan. Mengingat kembali hal apa yang jadi faktor besar pendorong tumbuh kembang Rumah Belajar Semi Palar saat memindahkan gagasan (benih) ke dalam implementasi (menanamnya ke dalam tanah) dan merawatnya sampai saat ini.
Di sisi lain, kami menyadari juga bahwa dalam berbagai proses yang kemudian berulang dan berubah menjadi rutinitas, kecenderungan untuk menjadikan hal-hal rutin menjadi mekanistis menjadi besar. Bukan disengaja, karena demikianlah pikiran manusia memang bekerja. Hal-hal yang rutinitas menjadi ditempatkan menjadi lebih mekanistis - karena kerja otak manusia untuk mengefisienkan proses-prosesnya. Saya sempat menuliskan tentang hal ini di dalam esai berjudul Waspada Mekanistik.
Kali ini saya menempatkan lebih banyak perhatian pada proses awal calon kakak, sejak pertemuan awal hingga proses magang. Kami menambahkan porsi obrolan, tukar pikiran dan berbagi wawasan dari hari ke hari - sejauh ada kesempatan.
Catatan saya yang menarik kali ini adalah kami menemukan beberapa pertanyaan penting yang jadi bahan refleksi cukup mendalam - hadir dari kakak-kakak yang sedang berproses. Pertanyaan-pertanyaan ini jadi pemantik proses belajar kami bagi banyak hal yang kemudian kami gali lebih jauh - dalam konteks Pendidikan Holistik di Smipa.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/clear-light-bulb-355948/