AES635 Ancang-ancang Berangkat ke Sumba
Andy Sutioso
Wednesday March 6 2024, 5:25 PM
AES635 Ancang-ancang Berangkat ke Sumba

Kalau di posting terakhir saya bercerita tentang menghantar Perjalanan kelompok Brantas ke Jawa Tengah, kali ini saya ingin bercerita tentang presentasi proposal Penjelajahan ke Sumba. Ini juga jadi catatan penting buat saya pribadi dan perjalanan Rumah Belajar Semi Palar - khususnya jenjang KPB. 

Ini bukan soal keren-kerenan, tapi gambaran bagaimana proses eksplorasi kita di Rumah Belajar Semi Palar selama sekian lama itu bisa membawa kita ke kesempatan ini, berhadapan dengan peluang ini. 

20240306_132516_resize_68.jpg

Di balik kesempatan besar hadir juga tantangan besar buat teman-teman KPB. Kesempatan ini bukan kesempatan untuk piknik atau jalan-jalan belaka. Di dalam pemaknaan KPB, Kelompok Petualang Belajar, setiap katanya, satu demi satu perlu dimaknai betul oleh setiap anggota KPB. Kesempatan hanyalah kesempatan, tapi teman-teman KPB ini perlu belajar untuk memandang bahwa ini merealisasikan kesempatan besar ini menjadi sebuah penjelajahan yang nyata perlu usaha yang besar juga. Sumba bukan sebuah privilese - tapi sebaliknya adalah pintu pembelajaran yang terbuka dan untuk memasukinya, teman-teman KPB perlu membuktikan bahwa teman-teman ini layak untuk mendapatkan pengalaman ini. Semi Palar dan kakak-kakak - dibantu pak Agus, bu Winna dan Learning Center Umma Mangane sebatas memfasilitasi - membukakan pintu kesempatan bagi teman-teman KPB. 

Dalam pertemuan yang dijudulkan Proposal, saya hadir dan menyampaikan beberapa hal yang mudah-mudahan membangunkan kesadaran akan tantangan yang harus mereka hadapi dan langkah-langkah yang perlu mereka jalani. Dalam pertemuan itu saya bilang - ini belum sampai tahap Proposal - mungkin lebih pas disebut Pra Proposal. Masih banyak hal yang belum dipetakan dan ditempatkan dalam rencana - ke dalam rangkaian proposal kegiatan. Lembar-lembar 'proposal' yang disiapkan teman-teman di mata saya masih sangat mentah dan belum layak disebut proposal.   

Penjelajahan KPB ke Sumba Barat Daya memang sangat menarik - tapi di balik itu semua saya membayangkan banyak sekali hal yang harus dipikirkan, dipersiapkan dan dikerjakan. Ini akan sangat menantang dan melelahkan tapi dari proses inilah kalau akhirnya teman-teman KPB akan berangkat, mereka bisa lebih memaknai pengalaman ini dengan lebih baik. 

Sejauh pengalaman di Smipa, yang namanya proses tidak bisa dikhianati. Proses harus dijalani kalau pembelajaran ingin didapatkan. Kalau tidak, Sumba Barat Daya hanya jadi sesuatu yang seakan keren di permukaan, tapi hampa di dalam pemaknaannya. Kalau begitu, berarti proses ini hanya sekedar buang waktu, buang tenaga dan biaya, karena petualangan yang dijalani tidak menghadirkan pembelajaran. Dengan demikian, penjelajahan ke Sumba akan jadi kegagalan besar bagi KPB. 

Catatan ini saya susun atas pertemuan di bengkel beberapa waktu lalu saat presentasi 'proposal' Penjelajahan ke Sumba yang dibawakan oleh teman-teman KPB. Mudah-mudahan jadi catatan yang bermanfaat dan dipahami betul oleh teman-teman KPB sebagai landasan berpikir untuk menjalani berbagai prosesnya ke depan. Tetap semangat! Salam Smipa.