Tidak bisa dipungkiri, proses merapot di Semi Palar memang proses yang berat, kompleks dan tidak mudah. Karena pijakannya pendidikan holistik, konsekuensi logisnya adalah kita perlu berhadapan dengan kompleksitas anak-anak kita sebagai manusia yang sedang bertumbuh kembang, berproses menjadi manusia seutuhnya. Bahwa rapor Smipa jadi sesuatu yang kompleks adalah juga konsekuensi lanjut dari konsep yang kita yakini ini.
Quote di atas saya kirimkan ke grup WA kakak Smipa - di hari terakhir kita memfinalisasi Buku Cahaya Bintangku - tepatnya hari Kamis, 15 Desember 2022. Apa yang kita pikirkan, apa yang disimpan dalam benak kita memang sangat berpengaruh terhadap apa yang kita kerjakan. Our being defines our doing, how we are defines how we do. Bagaimana diri kita sangat menentukan apa yang kita kerjakan.
Seusai sesi pembagian rapor, kakak-kakak Smipa selalu mengadakan penutupan untuk mensyukuri proses yang baru saja dilalui - seberat apapun prosesnya. Di dalamnya kami selalu menitipkan harapan bahwa narasi yang dituliskan menjelma jadi kebaikan terutama bagi anak-anak yang sehari-hari berproses belajar di Smipa.
Foto yang saya gunakan untuk jadi gambar fitur tulisan ini mudah-mudahan juga merekam perasaan yang ada dalam diri kakak-kakak Smipa. Nuhun buat kak @ratrikendra yang membuat selfie di atas itu. Wajah-wajah bahagia dan penuh rasa syukur. Kami juga selalu bersyukur bahwa rapor Smipa selalu mendekatkan kami dalam satu proses kerja sama dan kolaborasi. Rapor Smipa tidak pernah mungkin dikerjakan oleh satu dua orang saja. Buku Cahaya Bintangku - sejak buku yang pertama kami terbitkan adalah hasil kolaborasi kakak-kakak Smipa.
Walaupun melelahkan, tapi mudah-mudahan membahagiakan dan bermakna. Saya sering bilang, Rapotan Smipa ibarat musik Heavy Metal. Asiknya setelah musiknya selesai... Hehehe... Salam bahagia buat semua.
Ini keren: "Asyiknya setelah musiknya selesai" Hahahaha...