Catatan pendek ini jadi catatan penting buat Semi Palar, terkait dengan bergabungnya kembali Kenza ke Semi Palar (KPB) setelah mencoba berproses di sebuah sekolah swasta di Bandung. Sekolah ini menjadi pilihannya setelah lulus dari SMP Semi Palar dan menjadi komitmen bersama antara Kenza dan orangtuanya untuk menuntaskan proses di sekolah pilihannya sampai tuntas. Hal ini sempat jadi kebingungan bagi orangtua Kenza - dan ayah Kenza sempat berbincang dengan saya terkait situasi ini. Di sisi lain, Kenza juga menyadari komitmen yang dibuatnya bersama orangtuanya. Saat berbincang dengan saya, saya melihat betul dilema yang dihadapi oleh Kenza. Bagi saya ini jadi bentuk kesadaran yang menurut saya cukup hebat untuk anak seusia Kenza. Kenza saya lihat punya kesadaran tinggi atas apa yang dihadapinya, sekaligus juga Kenza berpikir sangat kritis terhadap apa yang dialaminya selama ini.
Setelah proses yang dijalaninya, Kenza dan orangtuanya ternyata memilih untuk kembali ke Semi Palar. Hari ini saya hadir di Presentasi WIP - Work in Progress (20%) dalam setting Kenza perlu mengejar 'ketinggalan' proses yang sudah lebih dahulu dijalani oleh teman-temannya di kelompok Baileo.
Saya menyempatkan hadir dalam presentasi ini dan bagi saya sangat menarik topik yang diangkat oleh Kenza. Saya langsung ingat pemikiran saya saat mengawali - merintis Semi Palar. Saya yakin pilihan topik yang 'berat' ini terpicu dari pengalaman dia di sekolah lamanya dan prosesnya kembali ke Semi Palar. Forum kemarin adalah ruang bagi Kenza memaparkan gagasan proyek mandiri yang juga jadi proyek pertamanya di KPB.
Enam bulan di sekolah barunya, dalam forum kemarin Kenza memberikan testimoni bahwa ia "tidak mendapatkan apa-apa" dari prosesnya di sana. Dari sisi lain, saya melihat bahwa dalam presentasinya, Kenza bisa memaparkan segala hal secara netral. Saya tidak mendengar dia berbicara negatif tentang sekolah lamanya. Pilihan topik ini menggambarkan bahwa Kenza ingin memotret situasi ini secara sistemik - apa yang menjadikan sistem seperti ini terbentuk. Saya mengambil kesempatan untuk mengapresiasi hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan ditemukan oleh Kenza melalui proyek ini, mari kita tunggu apa di presentasi selanjutnya. Bagaimanapun topik yang diambil Kenza adalah semacam otokritik dalam konteksnya sebagai peserta didik yang pernah mengalami proses yang berbeda di Semi Palar dan di sekolah lain yang sempat jadi pilihannya. Apapun hasilnya nanti, mudah-mudahan ini bisa jadi sumbangan kebaikan bagi kita semua. Salam.
Proses... itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pengambilan keputusan pindah sekolah. Tidak ada hal yang disesali dari kejadian tersebut, bahkan kami bersyukur karena Kenza bisa melihat hal terbaik untuk dirinya, kami melihat kejadian tersebut sebagai sebuah proses yang harus dihadapi dan harapannya proses tersebut bisa membuat Kenza jadi lebih baik serta lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan konsekuensi yang menyertainya.
Proses perpindahan sekolah pun tidaklah mudah, meskipun Kenza pernah berproses di SMP Semi Palar, hal tersebut tidak membuat Kenza serta merta diterima kembali dan langsung masuk KPB, disini terlihat dengan jelas jika metoda dan proses pembelajaran di Semi Palar berbeda dengan sekolah lainnya.
Betul Kak Andy, kita tidak tahu apa yang akan ditemukan Kenza melalui proyek ini, satu hal yang pasti adalah Semi Palar sudah memberikan ruang kepada anak didiknya untuk berproses pencarian jalan dan bintangnya sendiri. Selamat malam dan selamat beristirahat.
Terima kasih untuk penggenapannya Sigit. Semoga jadi catatan dan penyemangat untuk @kenza juga. 🙏😊