Mengikuti berbagai berita yang dishare di beragam grup WA, kita melihat berseliweran berita tentang suhu tinggi di beberapa tempat di muka bumi ini. Ya bumi memang makin panas. Saya juga membaca berita tentang Super El Nino - yang akan membuat suhu bumi semakin ekstrim. Di beberapa tempat suhu menunjukkan temperatur mendekati 50 derajat Celcius.
Beberapa waktu lalu saya menulis tentang situasi planet bumi dalam esai berjudul "Do We Still Have a Chance?". Sambil melontarkan berita itu ke grup MDK, saya menyusulkan tulisan saya ini ke grup WA tadi. Penasaran, apakah ada yang merespon situasi yang sebetulnya sangat mengerikan ini. Tapi sepertinya tidak, nyaris tidak ada yang peduli. Segala sesuatu berjalan seperti biasa, yang berlebaran dan mudik tetap jalan, tempat rekreasi penuh, jalanan macet. Yang dilakukan akhirnya sebatas menyalakan AC lebih dingin (yang sebetulnya membuat bumi semakin panas juga).
Segala sesuatu berjalan seperti biasa. Hari ini saya melihat video pendek Tiktok di salah satu grup WA - yang mendokumentasikan bagaimana cuaca panas bisa menjadi sangat mengerikan. Salah satunya menunjukkan tikus yang menyeberang di atas jalanan aspal dan mati kepanasan di tengah jalan. Yang buat saya aneh - bahkan mengerikan, sang pembuat video mengisikan suara latar orang yang tertawa terkekeh-kekeh - seakan-akan apa yang ditayangkan di video itu hal yang lucu. Saya tidak bisa paham apa yang ada di pikiran pembuat video tersebut. Sambil saya menuntaskan tulisan ini, mudah-mudahan video pendek tadi bisa saya ikutkan dalam tulisan ini.
Tapi ya begitulah adanya. Tidak heran bahwa krisis iklim semakin memburuk, karena tidak ada yang peduli terhadap situasi ini. Yang ada hanya sebatas hasil amatan dan analisis BMKG. Tidak ada satupun pernyataan dari pihak pemerintah - atau Kementrian Lingkungan Hidup misalnya, yang setidaknya bisa ikut mengingatkan bahwa gaya hidup ktia semua perlu diubah - karena saat ini kita semua sedang berhadapan dengan kemungkinan kepunahan masal umat manusia - karena ulah kita sendiri. Yang banyak adalah berita dari BMKG bahwa Gelombang Panas tidak terjadi di Indonesia, hanya di Malaysia...
So? Lalu apakah dengan situasi ini kerusakan lingkungan tidak harus dicegah lebih jauh? Duh kagak paham saya ini... 😥