Hmm, mengubah kebiasaan ternyata lebih sulit daripada membangun kebiasaan baru. Sudah beberapa waktu ini saya ingin mengubah jam menulis saya ke pagi hari. Sedikit demi sedikit saya coba, tapi sampai hari ini belum berhasil. Nyatanya saya kembali menulis di jam segini. Kalau ga kepepet, ide menulis ga keluar. Tapi jangan-jangani ini hanya mindset di kepala saya saja - yang jadi pembenaran saya untuk menulis seperti hari-hari sebelumnya.
Ya, seperti di ilmu yang saya pelajari dulu, merenovasi rumah jauh lebih sulit dari membangun rumah baru. Lebih mudah membongkar habis semuanya dan memulai segala sesuatu dari awal, dari pondasi.
Mengubah waktu menulis menuntut saya untuk mengubah banyak sekali hal, jam tidur, jam bangun, rutin pagi dan seterusnya. Jadi bukan hanya waktu menulis yang diubah, rembetannya banyak sekali, karenanya ini jadi tidak mudah. Satu saja gagal saya lakukan, hal-hal lainnya jadi kena dampaknya. Jadi ya begitulah, sampai hari ini saya belum berhasil. Kesimpulannya, mengubah kebiasaan ini jadi tantangan yang lebih besar daripada membangun kebiasaan menulis.
Kalau dihitung dari jumlah hari dalam setahun, saya sudah menulis konsisten selama enam bulan setiap hari, mulai dari bulan Mei hingga sekarang bulan November. Jadi target saya berikutnya adalah mengubah waktu menulis saya, bukan lagi membangun tuman, mengubah tuman - yang semestinya jadi lebih baik. Mudah-mudahan saya bisa. Esai saya malam ini jadi catatan tentang itu. Seperti biasa saya mencatatkan ini supaya jadi komitmen diri yang juga 'disaksikan' orang lain - teman-teman penulis AES. Bagi saya ini jadi motivasi lebih besar - daripada hanya bikin resolusi dan janji untuk diri sendiri dan tidak diketahui orang lain... Kalau ini berhasil juga nanti di bulan Mei 2022 (mudah-mudahan) sebelumnya, berarti memang menulis kolektif AES ini sangat powerful. Mudah-mudahan saya bisa. Selamat malam.
Photo by Urja Bhatt from Pexels