AES472 Meng'ALAM'i
Andy Sutioso
Wednesday February 1 2023, 11:10 AM
AES472 Meng'ALAM'i

Senin kemarin Semi Palar kedatangan dua orang teman dari Sintesa Welness Center. Komunitas ini dikenalkan oleh kak @ratrikendra setelah sempat mengikuti kegiatan mereka beberapa waktu lalu. Mampir ke Smipa dua anak muda, lulusan psikologi yang ternyata menaruh minat yang besar mengenai wellness - bukan hanya dari ranah psikologi tapi lebih luas lagi dalam kaitannya dengan posturing, sikap badan, lalu juga koneksi dengan alam dan lainnya. Jadi teman-teman ini pandangannya sangat holistik. Hadir dua teman muda, Mbos dan Lala - bersama siapa saya dan kak Wiwit bertukar cerita dan saling mengenal. 

Pertemuan siang itu - walaupun tidak lama sangat menarik - karena saat saling bercerita, terasa seperti mendengarkan obrolan kami sendiri di Smipa - kita membahas hal-hal yang sama dan menggunakan diksi-diksi yang sangat akrab di pendengaran saya dan kak Wiwit.

Dari pertemuan ini saya mencatat kata yang menarik. Saya mendapatkan pemaknaan yang baru dari sebuah kata yang sudah sangat kerap di ucapkan, yaitu kata mengalami. Saat mengucapkannya, Mbos mengucapkannya perlahan, meng - alam - i. Saya cukup tertegun karena pemaknaan baru yang muncul saat itu, bahwa pengalaman - sepertinya adalah sebuah proses masuk ke 'alam' tertentu, sebuah proses melebur ke dalam suatu pembelajaran.

Hal ini mirip seperti kata menghayati yang bisa dimaknai juga sebagai membadani. Hayat juga bermakna badan. Jadi menghayati pengetahuan adalah membadani pengetahuan itu sendiri. Saya sempat menulis tentang ini dalam esai saya yang berjudul Membedah Makna Ilmu.

Kesimpulannya memang mengalami adalah bagian penting dari proses belajar, karena kalau kita tidak masuk ke alam pembelajaran itu, kita tidak akan betul-betul belajar. Ibarat kita belajar berenang tapi hanya mendengarkan teorinya. Ya ga akan bisa berenang. Pemahaman inilah yang diusung oleh konsep Experiential Learning. Jadi belajar yang utuh dan seutuhnya perlu dibarengi dengan sebuah proses pengalaman. Belajar yang hanya di tataran pikiran, kalau dikaitkan dengan taksonomi Aki Muhidin, ya kita hanya sampai tahapan Nyaho aja. Berhenti sampai di situ.

Jadi ini pengalaman menarik buat saya, sekeping pembelajaran - pemahaman baru yang bisa saya dapatkan dari pertemuan singkat ini. Sangat menyenangkan. Semoga ke depan kita punya kesempatan berkolaborasi dengan Sintesa - karena memang apa yang kami pikirkan dan lakukan pada dasarnya nyararambung. Salam.

Photo by Anna Tarazevich: https://www.pexels.com/photo/experience-lettering-text-on-black-background-5598300/

Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Colek kak @ratrikendra, catatan obrolan dari pertemuan Senin lalu. 🙏😊
ratrikendra
@ratrikendra   3 years ago
Dengan senang hati kak Andy, colekan menyusul ya Kak 😁
Andy Sutioso
@kak-andy   2 weeks ago
Saya sempat menulis tentang ini @gunawan-muhtar. Dari berbagai diskusi kita, sepertinya kata pengalaman tadi lebih lengkap kalau ditambahkan frasa pengalaman rasa atau pengalaman batin. Karena dari berbagai pengalaman yang kita dapatkan sebetulnya jiwa kita yang sedang belajar ya. 🙏🏼
gunawanmch
@gunawan-muhtar   4 days ago
Betul @kak-andy.

Jiwa (kesadaran semesta yang sedang mengalami pengalaman keterpisahan) belajar melalui seluruh rangkain pengalaman rasa yang dialaminya, agar kelak ia kembali sadar dan mengalami, bahwa dibalik seluruh pengalaman yang terjadi, ada kesadaran tunggal yang menjadi segalanya

(Kembali mengalami pengalaman ketunggalan)