Masih dalam suasana kegembiraan dari perayaan Literasi yang digelar dua hari ini di Rumah Belajar Semi Palar. Dua hari ini mengikuti keriaan yang sudah lama tidak dirasakan. Suasana perayaan betul-betul terasa. Bolak-balik di berbagai titik kegiatan mendorong saya tersenyum tidak habis-habisnya.
Memilih nama Festival Literasi sepertinya pas betul untuk kegiatan dua hari ini. Festival - yang asal katanya festive atau festivities memang secara harfiah diterjemahkan sebagai perayaan atau keramaian. Nah cucok kan ya.
Sebelumnya FestBuk yang beberapa tahun terlaksana lebih memfokuskan diri pada dunia perbukuan dan lebih luas lagi pada kegiatan berkisah ataupun dongeng. Mengubah tajuk menjadi festival literasi juga membukakan pintu olahan lebih luas lagi.
Kegiatan menulis juga dicobakan kali ini dengan memanfaatkan platform Ririungan di mana gerakan AES kita coba gulirkan. Pendopo AES yang seingat saya sempat digulirkan dua kali secara online kita coba lagi secara offline, bertempat di Pendopo Smipa. Sasarannya mengajak warga Smipa untuk ikut menulis bersama di Ririungan melalui Atomic Essay Smipa. Jadi betul, festival kali ini bukan semata tentang buku, tapi tentang Literasi yang kita tahu sangat luas ranahnya.
Pendopo AES dibuka dengan paparan oleh pak @ahkam yang jadi penggagas Atomic Essay Smipa, menggaris bawahi dua hal penting di AES bahwa Menulis itu Penting juga bahwa Menulis itu Mudah. Kami memang meyakini bahwa SemuaBisaMenulis. Jadi cukup istimewa bahwa di pendopo AES kali ini hadir juga pak Iwan dan kak Imam, beberapa rekan orangtua, teman-teman KPB dan kakak. Tamu spesial kita kali ini adalah kang @wawan-husein yang sudah sempat saya ajak menuliskan kisah-kisah pengalaman hidupnya di AES dan hari ini bisa diwujudkan di pendopo Smipa. Hadir juga melalui Zoom, penulis AES yang paling jawara, @joefelus yang bersama-sama 'hadir' dari Amerika. Seru banget kan? Alhasil kita sama-sama menambahkan cukup banyak tulisan ke dalam ruang penulisan di Ririungan, dan beberapa warga smipa berhasil menuliskan posting pertamanya ke Ririungan. Pecah Telor, istilahnya. Selamat!
Jum'at siang minggu lalu, penyelenggaraan segera dievaluasi oleh kakak-kakak dan sudah muncul beberapa gagasan untuk memperbaiki pelaksanaan Festival Literasi, sebuah nama yang akan menggantikan kegiatan ini di waktu-waktu mendatang. Semoga kegiatan ini semakin bisa menjadi perayaan di Rumah Belajar Semi Palar - karena Literasi adalah memang dasar dari proses belajar kita bersama. Salam.
Oh iya, tulisan-tulisan lain terkait Festival Literasi 2023 bisa dibaca di tautan ini.
Wah belum tuntas sudah dibaca kak Yanti 🙏. Silakan kak baru saja saya tuntaskan. Nuhuun.