AES875 Spritualitas itu Sederhana
Andy Sutioso
Monday November 17 2025, 12:32 AM
AES875 Spritualitas itu Sederhana

Sambungan dari posting saya yang berjudul Spiritualitas itu Dekat. Setelah ditelusuri lebih jauh, lebih mendalam, sebetulnya Spiritualitas itu juga sederhana. Hanya saja kita tidak paham apa dan bagaimananya. Kita hanya paham tipis-tipis apa itu kesadaran dan kebanyakan masih berkisar di tataran konsep. Akhirnya kita juga masih tetap berdiam di tempat dan sulit. Pemahaman kita juga masih banyak berbenturan dengan kerja pikiran yang cenderung bikin sesuatu jadi rumit dan njelimet. Jadinya kita seringkali tersesat untuk menemukan Ruang Kesadaran yang berusaha kita jangkau / temukan. 

Tulisan ini masih dalam upaya menggali hal-hal yang selama ini hanya kita pahami di kepala, itupun sangat terbatas. Mudah-mudahan eksplorasi ini semakin membawa kita dekat, paham dan mampu untuk masuk ke ranah spiritualitas - ke ruang kesadaran - di dalam kehidupan manusia yang sangat material ini. 

Filem di bawah ini bagi saya salah satu kunci. Kata-kata di bawah ini, di video Youtube ini juga menurut saya sangat powerful. Tenanglah, Semesta sedang Bekerja. Saya bayangkan ini bukan pehamaman / pengalaman yang biasa ada di dalam keseharian kita ya. Selama ini manusia diprogram untuk harus mati-matian untuk bertahan hidup. Hidup adalah medan perjuangan. Segala sesuatu harus diperjuangkan. Kebahagiaan juga harus dikejar mati-matian - lewat kesuksesan duniawi / materialistis... Begitulah kita dididik selama ini oleh peradaban. 

Sampai di suatu titik ada keraguan yang menyeruak saat jiwa tidak lagi bisa dibiarkan diam di dalam ruangnya yang hening. Batin manusia yang gelisah akan mengetuk kesadaran kita sampai satu, dua individu yang mendengarkannya mulai membuka pintu kesadarannya dan melihat ada ruang yang lebih hening, lebih indah, lebih luas dan bisa memberikan kita kedamaian hidup. Inilah saat di mana kesadaran spiritual manusia mulai bangun dan diberikan ruang untuk hadir di tengah hiruk-pikuk kehidupan kita sehari-hari - dan riuhnya pikiran-pikiran yang tidak pernah berhenti... 

Salah satu kata kunci yang penting disampaikan melalui video di atas ini adalah melepas. Tenanglah, semesta sedang bekerja. Semesta memang selalu bergerak, senantiasa berubah. Bergerak karena pada dasarnya, elemen dasar yang membentuk alam semesta adalah enerji. Enerji inilah yang membuat segala sesuatunya bergerak, berubah. Benda mati-pun di dalam skala sub-atomik adalah semata-mata vibrasi enerji, 99,9%nya ruang kosong. Sains sudah membuktikan itu.

Satu hal lain yang jadinya penting adalah kesadaran. Kesadaran universal inilah yang menentukan arah perubahan / evolusi alam semesta. Kesadaran inilah yang memungkinkan terjadinya segala sesuatu yang kita alami hari ini. Sementara milyaran tahun silam - sebelum terjadinya ledakan besar yang jadi titik awal alam semesta, yang ada hanyalah kehampaan / ruang kosong... 

Hal penting berikutnya yang kemudian jadi penting adalah bagaimana kita semua (mikro kosmos) sebagai serpihan semesta (makro kosmos) menyadari arah perubahan tersebut. Kemana alam semesta sedang bergerak. Ini yang menjadi sangat penting disadari. Saat kita hanya sibuk dengan pikiran-pikiran sendiri, dan sibuk dengan rencana-rencana kita, hal inilah yang membuat kita lelah, dan sulit bertemu dengan kedamaian, ketenangan batin - karena kita menjalani kehidupan kita tidak selaras dengan arus besar alam semesta yang sedang bergerak - dengan siklusnya, dengan ritmenya sendiri... 

Dalam bahasa agama, melepas adalah kepasrahan, keberserahan diri kita terhadap berbagai rencana Tuhan. Dan ya, sebagai orang beriman, kitapun meyakini bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengaturkan, sudah ada takdir dan jalannya masing-masing, apapun itu. Jadi spiritualitas itu sederhana - sesederhana melepas - dengan catatan kita sampai di ruang berkesadaran - dan merasakan bahwa perjalanan kehidupan kita sudah selaras dengan semesta. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Photo by Jeswin Thomas: https://www.pexels.com/photo/person-sitting-on-bench-under-tree-1280162/

murdeani
@murdeani   6 months ago
Aduh aduh aduh... Setuju! Hehe