AES673 Konsepsi Persepsi Implementasi
Andy Sutioso
Tuesday July 16 2024, 11:33 AM
AES673 Konsepsi Persepsi Implementasi

Kira-kira dua bulan silam, saya mendengar tiga kata di atas ini dari kang Aat Soeratin, saat pertemuan dengan teman-teman pengurus Yayasan Pendidikan Semi Palar. Konsepsi (pikiran dan gagasan untuk sesuatu), yang disampaikan kepada orang lain harus (tidak bisa dihindari) akan mengalami proses interprestasi - proses ini yang akan menghasilkan pemahaman / persepsi. Nah baru dari sini kemudian gagasan atau pemikiran tersebut bisa diimplementasikan / diwujudkan. 

Apa yang disampaikan kang Aat saat itu menyadarkan saya pada sesuatu yang penting, terutama tentang persepsi. Soal persepsi inilah yang seringkali menjadi penyebab munculnya berbagai problematika di berbagai ranah, konteks dan situasi. 

Tiga hal tersebut tentunya terkait terutama saat ada banyak hal yang ingin dilakukan - untuk tujuan apapun. Tentunya ini terkait komunikasi dan kemudian pemahaman. Nah di dalam konteks organisasi yang aktivitasnya banyak bergantung pada komunikasi, hal ini menjadi penting disadari. Karena kebutuhan komunikasi yang intens, kemungkinan berbeda persepsi / interpretasi juga semakin besar. Belum lagi karena keunikan manusia, cara berpikir manusia juga berbeda-beda. Ada yang terbiasa berpikir konsep ada yang terbiasa berpikir teknis, ada yang berpikir deduktif ada juga yang terbiasa berpikir induktif. Ada juga yang lebih terbiasa mengolah lewat pikiran - ada juga yang lebih mengolah lewat rasa.

Tapi bagaimanapun itu adalah bagian dari keunikan individu, dan hal ini perlu disadari - perlu dirayakan. Dalam konteks saling mengisi, perbedaan ini akan memungkinkan kita saling melengkapi karena demikianlah alam semesta ini diciptakan. Keberagaman adalah hakikat penciptaan, algoritma Sang Pencipta yang sepertinya tidak akan mungkin diduplikasi oleh manusia. 

Kembali ke topik di atas, bagaimana kita menghindari kesalahan persepsi supaya implementasi konsep bisa terjadi seperti yang diharapkan. Saya pikir pertama-tama kita semua para pelaku komunikasi perlu menyadari bahwa kesamaan persepsi (kata yang lebih tepatnya keselarasan persepsi) adalah kunci dari komunikasi yang berhasil - mulai dari tahap konsepsi (gagasan / pemikiran) hingga ke tahap implementasi. Kalau semua pihak memahami, tentunya yang akan diupayakan bersama adalah bagaimana mencapai pemahaman yang utuh - seutuh mungkin. Sehingga implementasi dari konsep yang akan dijalankan bisa terjadi dengan baik.

Nah komunikasi bisa baik, kesadaran ini bisa hadir kalau koneksi antar individu di dalam organisasi itu juga baik. Jadi memang banyak kepingan puzzlenya. Dan tentunya, praktiknya tidak semudah mengucapkan atau menuliskannya. Semoga hal ini bisa jadi kesadaran bersama di lingkungan Rumah Belajar Semi Palar. Salam.   

Photo by Andrea Piacquadio: https://www.pexels.com/photo/pensive-ethnic-man-listening-to-answer-in-paper-cup-phone-3760607/

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Dalam konteks organisasi, kesamaan lebih cocok dibahasakan sebagai keselarasan.