Hari Rabu dari siang ke sore biasanya dijadikan jadwal untuk hari belajar kakak Smipa. Ada yang pleno - rame-rame untuk topik-topik yang sifatnya luas / konseptual kita memang berkumpul bersama seluruh tim agar kita semua punya pemahaman yang selaras. Di luar itu ada pertemuan-pertemuan juga yang namanya Lingkar Belajar yang dilaksanakan dalam lingkup jenjang - yang lebih kecil.
Kemarin kami melaksanakan refleksi Selametan yang dikaitkan dengan bagaimana kita lebih memahami tentang spirit Smipa. Semangat yang hadir di tengah segala ketidak-tahuan kami semua yang merintis Semi Palar di tahun-tahun awal - tapi jadi pendorong proses mewujudkan Rumah Belajar Semi Palar sampai apa yang kita lihat hari ini. Masih terkait dengan tulisan-tulisan sebelumnya, salah satu hal yang diangkat bahwa
Salah satunya adalah bahwa beberapa hari sebelum Selametan, di grup kakak Smipa sempat muncul obrolan menarik tentang kendi. Ceritanya ada di sini, di tulisan yang berjudul Belajar Memaknai dari Kendi. Saya juga sempat menulis satu esai yang terkait dengan ini, tentang Spirit dan Hal-hal Teknis.
Proses ini kita laksanakan bersama di bawah naungan Pendopo - di atas lantai. Setelahnya kami saling membaca berbagai tangkapan yang kita dapatkan dari proses Selametan yang lalu terhadap butir-butir Spirit Smipa.
Manusia modern, termasuk kita semua di Rumah Belajar Semi Palar, sangat mudah terperangkap hanya pada hal-hal teknis belaka. Karenanya manusia modern juga mudah sekali tersesat, terjebak dalam hal-hal yang sifatnya mekanis belaka, seperti robot. Di sisi lain kita kehilangan spirit dari banyak hal yang kita lakukan sehari-hari, dan juga kehilangan makna. Terjemahan lanjutnya dari apa yang saya tuliskan di atas ini adalah saat kita tidak menjiwai apa yang kita lakukan... Akhirnya hanya tindakan jasmaniah belaka, hal-hal teknis semata...
Untuk keluar dari perangkap ini sepertinya satu-satunya cara adalah dengan menempatkan kesadaran saat kita melakukan segala sesuatu. Hadir utuh, hadir penuh. Mindfulness, yang kita coba bahasakan dengan istilah Kebersadaran.
Untuk lebih memahami ini, kakak-kakak diajak menontoh cuplikan filem pendek Perfect Days. Potongan filem berdurasi 16 menit itu tampaknya diserap betul oleh kakak-kakak di pendopo saat itu. Mudah-mudahan pesannya diterima dengan baik dan berresonansi dengan segala yang kita coba angkat bersama tentang spirit smipa. Menghayati spirit Smipa sangat memerlukan hal ini : Kebersadaran.
Saya yakin tidak mudah memahami dan menghayatinya, tapi dari obrolan demi obrolan dengan beberapa kakak, hal ini tampaknya sudah diupayakan untuk terus dibawa dalam ranah kesadaran kakak-kakak hari demi hari. Semoga demikian adanya, supaya memfasilitasi pembelajaran holistik di Semi Palar, tidak semata menjadi hal teknis semata, tapi secara sadar membawa spirit smipa di dalam ruang kesadaran yang terus diupayakan bersama. Dari sinilah mudah-mudahan segala apa yang diupayakan di Semi Palar membawa makna bagi kita yang terlibat di dalam prosesnya. Salam.