AES366 Bugar?
Andy Sutioso
Sunday May 15 2022, 9:17 PM
AES366 Bugar?

Rutin saya pagi ini berubah - karenanya saya hari ini saya menulis di malam hari. Pagi tadi saya dan kak Lyn berangkat ke Gambung untuk mengunjungi satu tempat di sana. Saya sempat menulis tentang ini di esai yang ini : Being in Nature. Tapi kali ini saya bukan mau menulis tentang lokasinya tapi tentang proses menuju ke sana. Ide tulisan ini muncul dari tulisan pak Joe dua hari yang lalu tentang Fortitude 2022. 

Waktu saya baca esai Joe ini, saya berpikir, wah lagi bugar banget ini Joe. Luar biasa. Sebaliknya dengan saya. Secara badan saya sehat, tapi kalau bicara kebugaran, saya pikir kondisi badan saya lagi kurang OK. Sudah dua bulan lebih saya melewatkan gowes mingguan saya. Nah ini begitu sebuah rutinitas terhenti, akan sulit lagi untuk memulainya. Hukum alamnya kan memang begitu ya - ini yang dulu kita pelajari di Fisika tentang Kelembaman. 

Jadi ya, begitulah. Nyambungnya di mana? Tujuan saya ke Gambung adalah mengunjungi lokasi Kebun Kopi Hutan yang ada di Desa Cisondari. Nah ini... Jarak tempuhnya sekitar 4-4,5 km. Sekilas tidak jauh ya, tapi jalannya menanjak terus (tanpa henti) dengan permukaan jalan yang spesial banget. Perkebunan di Indonesia, seperti kita ketahui biasanya diperkeras dengan batu kali yang dibenamkan ke dalam tanah untuk menjaga agar ban kendaraan yang lewat di sana tidak amblas. Disebutnya Jalan Makadam. Permukaannya tidak pernah rata. Kondisi jalan makadam yang masih bagus, biasanya batu-batu dalam keadaan tertanam dan tidak bergerak. Masalahnya beda kalau jalan makadam itu mulai rusak, batu-batu besar bertebaran di permukaan jalan, di bawahnya tanah - yang berubah menjadi lumpur di musim penghujan. Nah perjalanan ke lokasi didominasi jalanan yang seperti itu. Sisanya tanah becek karena jalanan di sana banyak dilalui pengemudi motor trail atau mobil offroad yang dengan ban pacul dan tenaga mesin yang besar mencungkil batu-batu makadam dari tempatnya. Parah sekali kondisinya. 

Jadi demikianlah kombinasi badan saya yang lagi kurang fit dan kondisi jalan yang lagi jelek. Kak Lyn dan pak Anwar berjalan di depan semakin lama semakin menjauh. Awalnya saya berusaha mengikuti - tapi lama kelamaan saya biarkan mereka berdua melaju di depan. Kebetulan saya sudah tau kemana arah yang yang harus ditempuh. Dalam keadaan bugar saya bisa sampai di lokasi tanpa harus beristirahat. Hari ini saya harus beristirahat dua kali untuk mengambil nafas dan mengistirahatkan badan. Lalu mulai berjalan lagi. Hehe parah sekali ya. Ini salah satu foto yang saya ambil sewaktu saya beristirahat di sisi jalan makadam yang kondisinya maknyus tenan itu. 

gambung 1.jpg

Ini foto saya - yang jarang2 selfie - sambil berusaha merekam jalan yang baru saya lalui. Tidak terekam dalam foto, sebetulnya saya sedang kepayahan (kehabisan nafas, hah heh hoh, baju saya basah karena keringat, dan kaki yang pegal-pegal 😅)

Tapi ya begitulah keadaannya. Bahwa saya meninggalkan rutin olahraga saya - yang sudah minim porsinya - saya sadari betul. Karenanya saya mengiyakan ajakan kak Lyn untuk ke kebun kopi pagi ini, untuk mengembalikan motivasi saya untuk kembali berolahraga rutin. Tadi saya sampai ke lokasi dengan kesadaran bahwa badan aku kok payah banget. Ya begitulah di usia yang sudah melampaui setengah abad ini, menjaga kondisi jadi penting banget - karena mengembalikan kondisi badan juga sudah tidak seperti waktu kita di usia yang lebih muda, perlu waktu lebih lama. Jadi kita harus jauh lebih disiplin. 

Seperti yang dituliskan pak Joe, menjaga kebugaran itu multidimensi banget kok. Bukan hanya badannya yang fit, emosi dan motivasi jadi positif juga - karena semuanya serba terkait. Badan, Pikiran, Emosi dan Enerji: empat dimensi kedirian yang perlu kita kelola sebaik-baiknya. 

Demikian esai saya malam ini. Saya sangat berharap bisa mengajak warga Smipa ke sini, karena untuk mengunjungi Kebun Kopi Koperasi - satu-satunya jalan ya melalui jalan ini. Semoga ya... Salam.