Pemikiran ini sudah lama mondar-mandir di kepala saya. Terutama sejak hampir setahun ini mengenalkan, mengajak, memotivasi beberapa teman untuk melakukan beberapa hal yang orientasinya ke dalam diri: Being. Nah ini Bahasa Indonesianya saya juga belum ketemu. Kalau bahasa Inggrisnya Be Happy, atau Being Happy, mungkin terjemahan Bahasa Indonesianya adalah Berbahagialah. Agak kurang pas ya 😁. Tapi ya sudahlah, mudah-mudahan bisa ditangkap maksud saya.
Untuk lebih jelasnya, ada tulisan saya yang judulnya DOBEDOBEDO. Singkat kata DoBeDoBeDo adalah keseimbangan antara Doing dan Being. Manusia modern karena pemahaman, pola hidup dan berbagai paradigmanya, terperangkap dalam Doing. Serba sibuk melakukan sesuatu (doing) tanpa ingat atau sadar tentang bagaimana masuk dalam situasi Being. Manusia pada dasarnya adalah Human Being bukan Human Doing.
Lalu apa maksudnya Being? Sederhananya Being adalah Non-Doing. Tidak melakukan sesuatu termasuk juga berpikir. Karena berpikir adalah bagian dari Doing. Simpelnya, kalau mau bahagia, ya berbahagialah... sebetulnya tidak ada yang menghalangi diri kita untuk berbahagia. Yang menjadi penghalang adalah justru pikiran dan emosi kita. Semacam itu.
Jadi intinya kalau kita ingin mencoba masuk ke ranah Being, ya jangan banyak mikir, ga bakalan nyampe, karena banyak mikir, banyak teori dan lain sebagainya sudah jelas jadi penghalang untuk berpindah ke ranah Being. Proses reflektif, apapun cara yang dipilih adalah juga proses yang mengantar kita menuju Being. Saya pikir ini tips paling sederhana kalau kita mau mencoba masuk ke ranah Being... Jangan mikir! Jangan pake teori atau asumsi, jangan ditimbang-timbang... Just Be... Termasuk kalau mau menulis reflektif... Jangan pake mikir - ya nulis aja... Salam.
Photo by Matthias Cooper from Pexels