Hari terakhir liburan - sebelum besok kembali ke rutinitas semula. Liburan ini saya ga ke mana-mana lebih banyak merenung dan berpikir - sekaligus juga memanfaatkan waktu untuk bertemu beberapa guru saya, kang Wawan Husin dan kang Aat Soeratin untuk mendapatkan konfirmasi terhadap apa yang sedang kami coba wujudkan di Semi Palar. Merefleksikan arah perjalanan Semi Palar - seperti istilah yang sering disebut oleh kang Aat sebagai Back Azimuth. Salah satu cara bagi para pelaku perjalanan atau penjelajahan untuk memastikan bahwa kita sedang menuju ke arah yang benar.
Sebelum masuk jeda liburan, kami (saya dan kakak-kakak) menutup rangkaian kegiatan dengan Buka Bersama - ngariung warga Smipa di pendopo Semi Palar. Di hari terakhir, kami masih menyelenggarakan sesi terakhir Hari Belajar tentang Literasi Diri. Nah tulisan ini nyambung ke filem di bawah ini yang baru saja saya ikuti.
Know your own essence - and you know the essence of everything.
Kalimat ini disebutkan oleh Peter Russell dalam salah satu video youtubenya yang ditayangkan di kanal Science and Non Duality.
Paparan Peter Russell membawa ingatan kembali ke sesi Hari Belajar Literasi Diri bersama kakak-kakak. Ada satu filem bagus yang saya temukan beberapa lalu, dibawakan oleh PrinceEA dan dengan gamblangnya menjelaskan bahwa kita manusia itu (juga segala sesuatu) adalah enerji. Enerji yang termanifestasikan dalam berbagai bentuk. Peter karena bercerita dari perspektif Vedanta dari India memang bilang bahwa di banyak literatur kuno, yang disebut esensi itu memang tidak ada istilahnya, tidak bernama. Tapi ada, jelas ada. Konsep inilah yang diusung oleh kanal SAND ini bahwa Sains dan Spritualitas ini sebetulnya tidak terpisahkan - justru saling melengkapi.
Kalimat di atas tadi, bahwa kalau kita mengetahui esensi kedirian kita, kita akan mengetahui segala sesuatu sangat selaras dengan apa yang dikenal dalam keyakinan umat Islam - bahwa :
Barang siapa menemukan dirinya - dia akan menemukan Tuhannya.
Saat ini mekanika kuantum telah menjadi titik temu antara sains dan spiritualitas. Jadi apa yang dulu muncul di abad pertengahan bahwa sains dan spiritualitas adalah ranah yang terpisah - tentunya harus dikoreksi lewat pemahaman baru ini. Saya pernah juga menuliskan tentang ini dalam esai saya yang berjudul : Dari Klasikal ke Mekanika Kuantum.
Di bawah ini saya simpan juga video PrinceEA yang berjudul This Is Who You Are. Semoga bermanfaat.
Photo by JACK REDGATE: https://www.pexels.com/photo/reflection-of-person-in-puddle-with-stones-4099816/