AES716 Menelusuri Jejak Sejarah
Andy Sutioso
Sunday November 3 2024, 2:39 PM
AES716 Menelusuri Jejak Sejarah

Beberapa waktu lalu @sanya sempat menuliskan esai berjudul Mengunjungi Orangtua. Jadilah tulisan ini setelah kemarin muncul ide spontan berangkat ke Sumedang bepergian bersama ayah dan ibu kami - sekedar untuk mencari tahu sumedang yang otentik. Memang kumpul akhir pekan jadi ritual sederhana kami, tentunya karena berbagai kesibukan sehari-hari. 

Di usianya yang sudah lanjut, ayah dan ibu saya masih sangat-sangat sehat. Sesuatu yang tentunya sangat kami syukuri. Walaupun sudah semakin enggan bepergian jauh, gagasan cari sarapan ke Sumedang pagi ini disambut dengan semangat.  Berangkatlah pagi ini menuju kota Sumedang. Perjalanan yang saat ini jadi sangat singkat karena jalan tol Cisumdawu yang sangat mempermudah perjalanan juga konon katanya salah satu jalan tol yang paling 'scenic'. Panoramanya bagus. Memang betul. 

Sekitar satu jam kami tiba di Sumedang. Kemudian setelah menyantap Tahu Sumedang dan berbagai asesorisnya, saya mengajak kedua orangtua mampir ke salah satu situs sejarah di kota Sumedang, tepatnya di bukit Palasari. Jaraknya dekat, di sana ada beberapa bangunan militer Jaman Belanda yang dibangun di akhir tahun 1800an. Di luar dugaan ajakan saya bersambut dan berangkatlah kami ke sana. 

Ini kali kedua saya ke sana. Di link ini ada catatan kunjungan saya yang pertama. Tempat yang tampaknya tidak populer karena selalu sepi, tapi sebaliknya sangat kami sukai. Kami tidak pernah suka tempat-tempat yang riuh dikunjungi orang. Kami selalu mencari lokasi yang masih alami, tidak banyak orang di sana, suasananya enak dan tentunya juga bersih. Nah tempat ini, Benteng Palasari memenuhi syarat-syarat tersebut. Belum lagi jarak tempuhnya dekat, sangat dekat dari lokasi kami sarapan pagi. 

Sesampai kami di sana hanya ada satu orang bapak yang datang mengendarai motornya sedang duduk sendirian ditemani rokoknya di sebuah warung yang kosong. Sayapun menyapa beliau dan berbincang sebentar. Udara sangat segar karena pepohonan di sana. Suasana sepi, suara alam, serangga dan burung² segera merangkul kami ke dalam suasana di sana. Bangunan-bangunan tua yang jadi saksi sejarah mengajak kami mendekat mengamati detail-detailnya dan membawa kami berimajinasi apa yang dulu terjadi di tempat ini. 

IMG_20241103_09_17_02_resize_89.jpg IMG_20241103_09_35_17_resize_71 1.jpg

Ayah dan ibu kami yang waktu hidupnya sempat beririsan dengan era perang kemerdekaan dan sisa-sisa jaman belanda tentunya punya penghayatan tersendiri di tempat ini. Mereka berjalan pelahan mengelilingi tempat ini. Ayah saya yang hampir tidak pernah memotret mengeluarkan hapenya dan mengambil gambar. Demikianlah kisah singkat kami akhir pekan lalu. Semoga bermanfaat. Salam. 

joefelus
@joefelus   2 years ago
Membaca tulisan @kak-andy, sepertinya saya sudah harus mulai eksplor jalan-jalan tol baru. Akan saya catat di daftar wish list saya untuk kegiatan di masa datang.
Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Maaf esainya belum sepenuhnya tuntas sudah keburu dikomen. 🙏🏼😊
sanya
@sanya   2 years ago
Wah sepertinya jadi saling menginspirasi, senang sekali. Sebuah tulisan jadi inspirasi jalan-jalan. Nanti jalan-jalan menjadi inspirasi baru untuk menulis! Rodanya berputar sesama sahabat pena😁🙏🏻