Setelah menghabiskan serial Rust Valley Restorers, saya beralih mencari sesuatu yang menarik sebagai penggantinya. Esai tentang ini sempat saya tuliskan dalam esai saya yang berjudul Restorasi. Dalam satu komentar untuk tulisan Joe, kak Ine sempat bercerita tentang serial Midnight Diner, tapi saya menemukan sesuatu sama menariknya, The Road to Red Restaurants List.
Serial ini unik, berkisah tentang petualangan kecil tokoh utamanya: Suda yang menghabiskan waktu di setiap akhir minggu untuk berpetualang sendiri dengan mobil kecilnya (car camping), menginap di lokasi-lokasi tertentu di sekitar Tokyo. Suda pergi ke pelabuhan, ke tepi sungai, ke pinggir hutan dan ke pantai. Di sana dia menginap di mobil kecilnya, bangun pagi menikmati suasana di sana lalu lanjut ke agenda terpentingnya, mencari tempat makan yang sudah nyaris tutup - karena berbagai alasan. Rumah makan itu biasanya menyajikan makan-makanan unik yang enak... Tempat-tempat ini - Endangered Restaurants - pada umumnya ada di tempat-tempat sepi di luar kota, sudah lama berdiri tapi sulit bertahan karena tidak ada penerusnya, atau juga tidak ada konsumennya. Sepertinya mereka juga tergerus jaman dan sulit bersaing dengan restoran2 masa kini (chain restaurants) yang promosinya kuat dan ada di mana-mana.
Ada kesamaan tertentu serial ini dengan Rust Valley Restorers - yaitu tentang hal-hal yang sudah nyaris hilang ditelan jaman. Yang satu mobil-mobil klasik, yang ini tentang seni kuliner. Dan seperti banyak hal yang sudah hidup, eksis dalam rentang waktu yang lama, ada hal-hal yang tersimpan di dalamnya. Ada cerita yang tersimpan, ada karakter, ada nilai yang tergoreskan selama prosesnya - seiring dengan perjalanan waktu. Hal-hal inilah yang sepertinya tidak mungkin dimiliki melalui segala sesuatu yang serba instan. Dalam perubahan jaman yang serba cepat, jangan-jangan hal-hal seperti ini semakin cepat juga hilang... Yang jadi pertanyaan apakah hal-hal yang tersimpan di dalamnya akan juga ikut hilang?