Ada satu lokasi asik di Jakarta Utara di sekitar area Pantai Indah Kapuk, namanya Taman Wisata Angke. Tempat itu adalah hutan bakau, luasnya hampir seratus hektar. Satu lokasi yang masih sangat alamiah, di tengah ibu kota Jakarta, di tengah belantara bangunan tinggi di kota terbesar di Indonesia.
Beberapa tahun yang lalu saya sempat berkunjung dan menginap di sana. Kebetulan yang mengelola tempat itu adalah teman kuliah saya. Itok namanya. Agak sulit menjelaskannya bagaimana asiknya suasana di sana melalui tulisan, tapi singkat kata, tempat itu sebetulnya luar biasa. Pertama kali saya datang ke sana, tidak pernah membayangkan ada tempat seperti itu di tengah-tengah Jakarta. Saat kita berjalan di tengah pohon bakau di atas jembatan bambu yang dibangun di sana, kita tidak menduga bahwa hanya 15 menit dari sana sudah ada mall besar yang menjadi penanda di berbagai penjuru metropolitan. Yang sering mengingatkan kita adalah pesawat terbang yang kerap melintas untuk mendarat atau tinggal landas di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Beberapa waktu lalu Itok sudah bercerita tentang bagaimana muka air laut di sana terus naik, apalagi dengan beberapa proyek reklamasi besar di utara Jakarta. Hanya dalam hitungan tahun, kenaikan air laut sangat terasa di sana. Dampak perubahan iklim dan pemanasan global dapat dengan segera dilihat di sana.
Beberapa hari yang lalu, Itok (yang berdiri di tengah di foto tersebut) mengirimkan foto dari lokasi Taman Wisata Angke. Segera setelah hujan turun, dengan segera area di sana banjir. Apapun istilahnya, banjir rob, naiknya air laut, apapun itu faktanya keseimbangan alam sudah sangat terganggu. Apa yang dilakukan manusia sudah melampaui daya dukung lingkungan di Jakarta dan berbalik jadi masalah besar di sana. Taman Wisata Angke sebetulnya adalah jalur hijau, dan seratus hektar area hijau itu semestinya jadi pendukung keseimbangan lingkungan di wilayah Utara Jakarta, tapi sepertinya kerusakan yang ada sudah terlalu parah...
Entah apa yang bisa segera kita lakukan saat keseimbangan alam sudah selama ini terus kita ganggu dari waktu ke waktu seperti apa yang kita lihat dalam contoh di atas ini. Memperbaiki kerusakan pastinya tidak mudah, dan perlu waktu yang panjang juga. Kalaupun perbaikan itu bisa dilakukan, pertama-tama butuh kesaran bahwa manusialah - kita sendiri yang pertama-tama menyebabkan kerusakan itu. Menurut saya membangun kesadaran adalah hal yang jauh lebih sulit daripada bagaimana kita mengatasi, memperbaiki apa yang rusak di lingkungan kita.