Tulisan hari ini cukup spesial karena dituliskan bersama kak @matheusaribowo, @yantisuryanii7, @innocentiaine dan @sukarma di Nakara Cafe. Sore ini kita nulis bareng, ngopi AES ceritanya. Ngopi AES ini sudah lama banget ga kita jalankan, terakhir di tanggal 27 September 2023 di cafe Haloa. Kemudian memang kakak-kakak teralih kesibukannya dengan menulis Rapor menjelang akhir Semester lalu. Cerita tentang ini ada di tulisan yang berjudul Menulis di Bawah Naungan Rembulan.
Ngopi AES kali ini memang dadakan banget. Bersyukur ada beberapa kakak yang bersemangat menemani saya menulis - sambil ngopi dan ngobrol2. Menulis bersama memang selalu terasa berbeda karena ada enerji kebersamaan yang hadir di sana. Kebetulan juga kak Ama yang di Ngopi AES sebelumnya berhalangan, memutuskan untuk ikut serta. Saya bersemangat karena ini bakal jadi momen di mana kak Ama menuliskan esai perdananya di Ririungan. Pecah telor istilahnya.
Sebelum mulai menulis, saya sempat menyampaikan bahwa @joefelus dalam 3 hari mendatang akan menuliskan esainya yang ke 1000 di Ririungan ini. Luar biasa. Dengan sendirinya, om Joe menjadi legend di Ririungan ini di dalam ruang penulisan bebas melalui gerakan Atomic Essay Smipa. Lebih penting lagi, sudah ada yang membuktikan bahwa ada warga Semi Palar yang mampu mendorong dirinya untuk konsisten menulis setiap hari - setelah hampir 3 tahun menulis di Ririungan. WOW banget!
Mendengar jumlah seribu, kak Ama langsung berkomentar, "Wah, saya satupun belum". Saya menanggapi, sebelum sampai di angka seribu, pak Joe juga harus membuat tulisan pertamanya, mengambil langkah pertama. Kemudian dua, tiga dan seterusnya.
Akhirnya obrolan tadi saya jadikan topik untuk tulisan hari ini. Saya jadi teringat kutipan Lao Tzu yang saya tempatkan di atas ini. Begitulah adanya, Mulai dari Yang Kecil, Sedikit demi Sedikit, Lama Kelamaan Menjadi Bukit. Banyak sekali kata-kata bijak yang mengajarkan bahwa segala sesuatu perlu proses dan perlu ketekunan untuk bisa mewujud menjadi sesuatu yang besar.
Anggap saja tulisan ini adalah pengantar menuju Festival Literasi di akhir Februari nanti. Entah kenapa saya selalu bahagia saat ada penulis baru yang mempostingkan tulisannya di Ririungan. Sore ini saya kira akan muncul tulisan kak Ama di sana. Sesederhana apapun, saya memandang bahwa tulisan seseorang adalah kepingan kisah kehidupan yang dibagikan. Menulis adalah sebuah praktik literasi yang menurut saya sangat serius. Di dalamnya berisikan narasi kehidupan seseorang. Dengan cara itulah kita bisa merayakan kehidupan. Salam.
https://www.brainyquote.com/quotes/lao_tzu_137141
Foto dari hape kak Mamat. Nuhuun.
Hahaha... Justru saya yang harus berterima kasih ke Kak Andy. Saya mulai berani nulis dan dibeberkan di depan khalayak gara-gara dulu diajak Kak Andy untuk bergabung di Lingkaran Blogger di pertengahan bulan Agustus tahun 2016. Lalu berlanjut diajak bergabung di AES hampir 3 tahun lalu. Tanpa ajakan-ajakan itu mungkin tidak akan pernah saya bisa nulis sebanyak ini. Terima kasih Kak!
Dengan senang hati Joe 🙏🏼.