AES039 Kerja Kolaboratif yang Holistik
Andy Sutioso
Wednesday June 23 2021, 5:48 PM
AES039 Kerja Kolaboratif yang Holistik

Hari-hari belakangan ini saya banyak sekali mengerjakan hal-hal yang dikerjakan bersama. Kerja kolaboratif. Rapot Smipa salah satunya. Buku Cahaya Bintangku yang harus kita terbitkan satu semester sekali sangat kental kerja kolaboratifnya. Saat ini dalam situasi pandemi kita bekerja jarak jauh mulai dari membuat template, menyiapkan catatan pengamatan kakak-kakak, mengolah nilai, mengumpulkan foto rapor, menyusun narasi, menetapkan bintang yang menggambarkan perkembangan teman-teman yang berproses di sepanjang tahun... dan merangkainya menjadi satu buku yang utuh. Saat rapotan smipa semua harus turun tangan.   

Terlebih lagi dulu saat kita menerbitkan buku secara fisik: menyusun, mencetak dan membagikannya kepada rekan2 orangtua. Perlu waktu panjang dan usaha yang dituangkan sampai buku catatan perkembangan anak2 sampai dibagikan ke tangan orangtua. 

Screenshot_20210623233748_WhatsApp.jpgProsesnya juga proses yang boleh dibilang holistik. Butuh kerja nalar, kreativitas, sikap mental yang positif dan ketekunan, fisik yang terjaga baik terutama buat kakak-kakak yang mengerjakannya. Kakak juga perlu punya manajemen waktu dan disiplin yang bagus kalau ingin prosesnya lancar. Bertahun2 saya mendampingi kakak2 menyusun rapor smipa, rapotan selalu jadi sesuatu yang menarik, karena saya sangat merasakan bagaimana kepingan2 proses dan konten dikonstruksikan menjadi sesuatu yang utuh. O iya screen capture di sebelah ini saya ambil dari bincang2 kakak di grup WA Kakak Smipa setelah kak Braja mengirimkan lagu penyemangat buat kakak2 yang sedang sibuk memfinalisasi rapornya :) Seperti kata kak Maya, "rapotan mah terlalu manis untuk dilupakan". Mudah2an betul demikian adanya.   

Selain Rapor Smipa, saya juga sedang membantu teman-teman kelas 7 dan kelas 8 untuk menuntaskan buku perjalanan khususnya. Wah ini juga bukan proses yang sederhana. Menulis bukan sesuatu yang sederhana. Apakah itu menulis rapor ataupun menyusun buku. Teman-teman yang aktif menulis atomic esai pasti merasakannya. Apalagi melakukannya secara kolaboratif memadukan berbagai sudut pandang dan cara berpikir, merumuskan berbagai pokok pikiran menjadi satu alur narasi yang mudah dipahami pembaca untuk bisa mengantarkan pesan atau makna yang dimaksudkan

Sudah beberapa minggu terakhir ini kakak2 kelas di jenjang SMP, secara khusus kak Lyn dan kak MJ mendamping teman-teman tim penyusun buku di kelompok Mahkota Dewa dan Kumis Kucing untuk menyusun buku dari proses dan pengalaman program khusus mereka. 95% proses dilaksanakan jarak jauh, dibantu teknologi seperti Google Meet, melalui Google Docs atau Google Sheets - koordinasi yang berlangsung terus dilakukan melalui grup WA. Setahap demi setahap dari gagasan sampai mewujud jadi hasil akhir. Saya ikut membantu teman-teman yang bertanggung jawab untuk tata letak (layout) buku supaya hasil akhirnya juga jadi sesuatu yang menarik secara visual... Sekalian saya menyebut teman2 kerja saya mengerjakan tata letak buku, di K7 ada Malikha dan Yori, di K8 ada Sydney, dibantu oleh Milo, Keenan, Yasmin dan Nuno. Oh iya, foto di atas ini adalah foto yang dijadikan bahan diskusi saat saya bersama Malikha sedang menentukan ukuran font (font size) dan jarak baris (line spacing) buku Program Khusus kelompok Mahkota Dewa.  

Kerja kolaboratif tidak pernah menjadi hal yang sederhana, apapun itu. Karena perlu banyak komunikasi, butuh koordinasi dan sinkronisasi supaya semua bisa dirangkai sampai satu wujud yang utuh. Tapi disitulah letak keindahan dan keseruannya. Karena kerja kolaboratif memang mensyaratkan kerja kolektif yang sinergis dan tersinkronisasi. Menjelang akhir hari, H-2 dari pembagian rapor, saya menuliskan esai ke 40 ini, mencatatkan proses yang buat saya terasa sangat berharga. Mudah2an terasa juga buat semua yang terlibat di dalamnya. Salam Smipa

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Untuk bukunya sendiri, nantikan segera peluncuran buku K7 dan K8 - yang akan segera digelar dalam waktu dekat ini. ☝🏼😊