AES871 Laron dan Keheningan
Andy Sutioso
Sunday November 16 2025, 1:15 AM
AES871 Laron dan Keheningan

Lagi banyak laron di rumah kami. Biasanya hanya sekali dua kali gerombolah laron mampir ke rumah kami di sepanjang musim penghujan. Kali ini agak berbeda, datang lagi datang lagi berkali-kali. Sudah sampai di titik dugaan jangan-jangan laron ini asalnya dari dalam / halaman rumah kami - yang berarti ada rayap yang bersarang. Wah ini yang mengerikan... OK lah kita coba telusuri 

Tapi ini bukan tulisan tentang rayap - tapi tentang bagaimana kami merespons situasi ini. Yang akhirnya jadi menarik juga... Walaupun agak receh, saya jadikan bahan tulisan pagi ini. Mudah-mudahan setelah saya menuliskan ini, persoalan Laron ini bisa teratasi juga. 

Pertama-tama mestinya kita ga terganggu ya - dengan kehadiran serangga / binatang di sekitar kita, tapi memang pada akhirnya ada yang akhirnya jadi mengganggu. Kita, manusia modern mengistilahkannya sebagai hama sehingga harus dibasmi, karena merusak sesuatu. Laron itu kan memang suka sumber cahaya. Lampu, lilin, apapun itu. Jadi kalau ada sumber cahaya dia akan terbang mendekat ke sumber cahaya itu sampai waktu dia melepaskan sayapnya dan kemudian berkeliaran mencari saramg untuk koloni barunya atau mati. 

Yang paling sederhana adalah ruangan jadi kotor dengan sayap yang lepas dari badan laron ditambah laron-laron yang mati. Setelah beberapa hari, yang kami lakukan adalah mematikan lampu-lampu di dalam rumah, supaya laron berkeliaran di luar rumah dan tidak terlalu mengotori rumah kami. Setelah dicoba, sepertinya cukup berhasil. Nah yang jadi menarik adalah akhirnya aktivitas kami juga berubah. Biasanya kami di dalam rumah, mengerjakan sesuatu. Karena ruangan jadi gelap, setidaknya kami jadi membiasakan diri untuk duduk dalam gelap. Kadang mengobrol, mendengarkan sesuatu dari hape atau hanya duduk hening menikmati suasana yang gelap dan juga terasa lebih hening. Sepertinya stimulasi yang biasanya hadir di luar diri kita terreduksi signifikan. Setelah beberapa hari, saya jadi sangat menikmati suasana itu... 

Saya jadi kemudian teringat sebuah video pendek bagian dari filem-filem Akira Kurosawa's Dream. Itu keren banget sih. Sempat kami tonton bersama kakak-kakak - jadi bagian dari proses belajar kami. Kak @innocentiaine sempat menuliskannya di dalam esai yang berjudul Desa Kincir Air. Silakan baca esainya kak Ine. Ulasannya menarik. 

Satu lagi yang mau saya catatkan, gegara urusan laron ini, belakangan di petang hari ruangan dalam di rumah kami selalu gelap, menantikan apakah laron akan keluar dari sarangnya atau tidak. Setelah agak malam baru lampu kami nyalakan. Tapi ya ini jadi kebiasaan baru di rumah. Beberapa hal jadi terpantik lagi terkait soal ini. Pertama bahwa Pineal Gland, organ otak yang sangat terkait dengan spiritualitas manusia ternyata baru aktif dalam kondisi hening dan gelap. Menarik ya. 

Satu lagi yang nyambung dengan posting saya yang ini adalah tulisan saya bulan April silam yang judulnya Dipaksa Hening. Mengamati apa yang terjadi saat sempat terjadi blackout di Eropa - di masyarakat yang sudah sangat modern kehidupannya. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Photo by Rahul: https://www.pexels.com/photo/lighted-candle-695644/

murdeani
@murdeani   6 months ago
Wah belum selesai ya tulisannya? Saya kemarinan baca esai ttg laron juga, yg nulis kalau ga salah Ara. Menarik sih laron ini. Jadi ingin menuliskan juga. Tapi nunggu sudut pandang kak Andy dulu deh
Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Baru sempat dituntaskan, Dini. 🙏🏼