AES653 Menghidupi Spirit, Menjiwai Esensi
Andy Sutioso
Sunday May 5 2024, 8:08 AM
AES653 Menghidupi Spirit, Menjiwai Esensi

Entah kenapa hari-hari ini saya banyak diingatkan soal berbagai kata kunci dari beragam proses holistik yang selama ini diikhtiarkan di Smipa. Bukan hanya di lembaga, tapi juga di individu yang menjadikan lembaga tersebut. 

19 tahun perjalanan Semi Palar saat ini Smipa sedang dalam peralihan menuju ke tahapan 7 tahun ke empat. Ada transisi besar yang sedang berjalan, sangat terasa dan saya yakin perlu sangat disadari juga oleh setiap individu yang memegang peranan penting, sebagai kepingan-kepingan yang menjadikan gambar Semi Palar ini sebagai sesuatu yang utuh.

Hal ini juga jadi lebih berjalan dan terasa lebih nyata saat saya berusaha mengambil jarak dan mengamati dari jauh. Sepertinya betul kata-kata bijak yang bilang, Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan terlihat. Berjarak memang jadi sesuatu yang penting. 

Kedua yang jadi penting adalah kata-kata dari Aki Muhidin. 4 larik pendek yang sederhana tapi juga sarat makna. Tapi ya sejauh apa kata-kata ini setelah diketahui, kemudian dipahami seutuhnya, dilakoni (dijadikan laku), dilakukan terus menerus agar menjadi kebiasaan (tuman) dan akhirnya dihidupi atau dihayati (ngajadi). Ternyata ini sulit, bukan hal gampang. Kenapa tidak mudah karena menggeser diri langkah demi langkah menuju ngajadi butuh kesadaran besar. Padahal kesadaran ini jadi peer besar manusia karena pada dasarnya manusia cenderung ga ngeh. Kondisi default manusia adalah ketidak-sadaran

Di periode transisi ini saya jadi bisa mengamati hal-hal ini lebih jelas lebih gamblang. Hal-hal tersebut juga sepertinya lebih muncul karena berbagai perubahan yang terjadi. Seperti segelas minuman yang lama diam dan isinya mengendap, yang kita pindahkan atau kita aduk, mengakibatkan air dalam gelas terguncang, lalu endapan-endapan yang ada mulai bergerak dan menjadikan air menjadi keruh. Tapi semua yang mengendap terangkat ke atas, lebih terlihat. Gambarannya seperti itu. 

Karena lebih terlihat, jadi lebih jelas juga bagaimana kesiapan kita di dalam proses transisi ini. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita semua bisa menyikapi hal ini. Apa yang perlu dilakukan, berpijak pada kesadaran diri Semi Palar sebagai sebuah lembaga. Saat bisa menelaah apa yang ada dengan lebih jernih, sikap dan tindakan kita juga bisa lebih baik, dan saya yakini ini akan jadi pijakan yang baik untuk langkah-langkah ke depan. 

Kembali ke judul di atas, tantangan besar bagi perjalanan Semi Palar ke depan adalah menghidupi esensi. Kenali betul, pahami betul apa esensi yang tertanam dalam diri Semi Palar. Bagaimana spiritnya, lalu lebih penting lagi bagaimana menghidupinya. Salam.