AES035 WHAT'S NEXT?
Andy Sutioso
Friday June 18 2021, 9:35 PM
AES035 WHAT'S NEXT?

Setiap kali kita masuk ke satu tahapan, setelah menjalani satu tahapan, selalu muncul pertanyaan, apa berikutnya? What Is Next? Dalam analogi perjalanan, pertanyaan jadi Where To Next? Ke mana selanjutnya? 

Hari ini adalah hari terakhir pembelajaran di Semi Palar. Kakak2 kumpul terakhir bersama teman2 di masing-masing kelompok untuk menutup proses pembelajaran di TP16 ini. Saya hanya membatin bahwa segala yang sudah dilakukan oleh kakak Smipa bawa manfaat dan kebaikan bagi setiap individu yang terlibat, anak-anak, orangtua dan kakak sendiri tentunya. Di sisi lain sejak beberapa waktu lalu, saya terus berpikir tentang pertanyaan di atas ini. Setelah lebih dari satu tahun di masa pandemi, apa yang semestinya kita lakukan. Apakah kita hanya melanjutkan apa yang sekarang ini berjalan, ataukah ada sesuatu yang betul-betul - secara sadar, perlu kita lakukan secara berbeda melihat situasi yang ada saat ini... 


The Best Way to Predict a Future is to Create It


Kata-kata di atas mestinya mengingatkan kita bahwa kita selalu punya pilihan, kemudian juga bahwa kita punya potensi untuk merealisasi itu. Tulisan ini memang masih nyambung sama tulisan saya sebelumnya (silakan klik di sini)

Pertanyaan lanjutnya adalah ke mana kita perlu menuju... Masa depan seperti apa yang kita perlu ciptakan bersama?. Ini selalu jadi pertanyaan tersulit. Sama halnya seperti dulu saat saya berhadapan dengan tanda tanya besar, apakah sekolah yang diangan-angankan perlu kita buat, perlu diikhtiarkan? Di tahun 2004, Semi Palar pun dirintis. Dalam prosesnya, berkali-kali saya berhadapan dengan pertanyaan seperti itu - seperti pada saat memutuskan apakah akan mewujudkan KPB atau tidak di tahun 2014. Akhirnya kamipun melangkah didorong dengan segala ketidak-tahuan. Ya tapi memang begitulah saat kita ingin menciptakan sesuatu yang tidak ada sebelumnya. Kita hanya bisa mengandalkan keyakinan dan melangkah ke alam ketidak-pastian. Beruntung di Semi Palar, banyak teman-teman yang sepemikiran dan bersedia mendukung.

Menutup rangkaian pembelajaran di TP16 ini berbagai karya dan dokumentasi proses pembelajaran disajikan. Dua hari lalu saya menyaksikan presentasi yang dibawakan Natasha, kelompok Turi (K-11) KPB. Dulu KPB sebagai sebuah konsep banyak dipertanyakan (mungkin sekarang-pun masih demikian), tapi setelah beberapa waktu berjalan, kita mulai bisa melihat jejaknya. Berbagai karya dan catatan proses yang lainnya tersimpan di ruang-ruang di Ririungan ini dengan segala keunikan olah pembelajaran anak-anak yang tersimpan di dalamnya. Terkait KPB, Presentasi Tasha ini saya jadikan contoh untuk saya tempatkan di sini. Kebetulan Tasha masih berkesempatan melakukan presentasinya secara Offline di Bengkel Smipa - sebelum kita semua kembali terkurung di rumah karena pandemi yang sedang melonjak saat ini. 

 

Bagi saya, ini jadi jejak nyata dari apa yang dulu hanya sebentuk angan-angan. Kalau kita melihat harapan dan masa depan yang lebih baik melalui apa yang ditampikan Tasha dan teman-temannya, saya memberanikan diri berkata bahwa masa depan sedang dituliskan. A future is in the making. Bagaimanapun, pendidikan adalah tentang masa depan. 

Kembali ke judul di atas, lalu apa, ke mana setelah KPB? Mau melangkah ke mana kita di tahun mendatang? Apalagi dalam situasi pandemi di mana segala sesuatu seakan serba tidak menentu. Apakah kita akan berhenti di sini? Buat saya pribadi tidak, masih banyak hal yang bisa dilakukan dan kerja yang perlu diikhtiarkan.  Tapi saya jadi ingat satu kutipan lagi yang bilang :


Di saat segala sesuatu serba tidak menentu, segala kemungkinan jadi terbuka. 


Jadi marilah kita kembali berangan-angan tentang masa depan yang kita harapkan dan mengambil langkah pertama ke sana. Kita punya pengalaman bahwa kita bisa melakukannya...