AES681 Socially Accepted
Andy Sutioso
Sunday August 11 2024, 2:43 PM
AES681 Socially Accepted

Tulisan kali ini adalah tentang penerimaan dalam konteks sosial. Manusia adalah makhluk sosial, itu kita sudah tahu, manusia tidak bisa hidup sendiri (mengucilkan diri di hutan, misalnya) - Situasi seperti ini menjadi satu-dua pengecualian, itupun dia tetap terkait dengan manusia lain - setidaknya orangtua yang melahirkannya... Seperti kata Yuval, kekuatan manusia sebagai sebuah spesies adalah di tengah kolektivitasnya, bukan secara individu. Dalam skala individu, manusia akan segera kalah dari spesies lain dalam perkara bertahan hidup. 

Saat seorang individu berpindah tempat hidup dan melintasi jarak yang jauh, soal penerimaan ini menjadi penting. Jarak dan waktu menjadi variabel yang penting. Kalau kita pergi ke luar kota untuk waktu sebentar, kehadiran kita di tempat lain, di dalam lingkaran sosial yang berbeda - untuk waktu sebentar tidak jadi persoalan. Karena tidak lama kita akan kembali ke tempat kita semula. 

Saat seorang karena berbagai alasan memindahkan tempat kehidupannya, misalnya belajar di luar negeri, atau bahkan memutuskan hidup di luar negeri, soal penerimaan ini jadi signifikan karena akan menentukan dinamika kehidupan orang tersebut. Bukan hanya soal bertahan hidup - lebih jauh lagi tentang bagaimana orang tersebut bisa menemukan makna bahkan kebahagiaan hidupnya di tempat yang baru itu. Saya kira @joefelus akan bisa sangat relate dengan hal ini, karena tulisan-tulisan Joe sangat menggambarkan bagaimana sekian tahun tinggal dan bekerja di Colorado - yang kemudian menjadikan Joe punya ikatan sangat kuat (bonding) dengan orang-orang dan pekerjaan yang dilakukannya selama ini. Di sisi lain, pengalaman Joe ini menggambarkan apa yang saya ingin tuliskan melalui judul di atas ini, tentang socially accepted atau bagaimana seseorang diterima secara sosial di lingkungan barunya. Lebih dari sekedar bertahan hidup atau survival, social acceptance ini jauh lebih penting agar seseorang bisa menemukan makna dan kebahagiaan hidupnya.

IMG20240809WA0032.jpg

Beberapa hari lalu @rico mengirimkan foto di atas ini. Foto dia bersama teman-teman kerjanya di hari ulang tahunnya. Beberapa dari teman kerja Rico sempat kami temui saat berkunjung ke tempat Rico bekerja - di sebuah lembaga pendidikan masyarakat di Hanover yang namanya BildungsVerein. Di sanalah saya melihat Rico sangat diterima oleh teman-teman kerjanya. Dengan catatan bahwa Rico adalah staff termuda dan satu-satunya orang asing yang bekerja di lembaga itu. Dari cerita-cerita, dari apa yang disampaikan oleh mereka, saya melihat Rico sangat diterima di tengah-tengah mereka. Teman-temannya yang bersorak gembira saat mendengar Rico diterima di kampus yang diinginkannya, kemudian juga sedih setelah menyadari bahwa Rico tidak akan lama lagi membersamai mereka. 

Tulisan ini mudah-mudahan jadi catatan bagaimana kita perlu mendampingi anak-anak kita bertumbuh kembang. Kemampuan anak-anak kita di jaman yang sudah semakin mengglobal ini jadi penting - termasuk kecerdasan mereka dalam bersosialisasi, kemampuan membaca situasi dan beradaptasi untuk kemudian menempatkan diri mereka di lingkungan yang baru. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.