Dalam koordinasi tim Lingkung Jum'at lalu, muncul beberapa ungkapan menarik dalam diskusi yang berjalan. Yang pertama bunyinya kurang lebih begini, "Dari hasil pengamatan dan pemetaan kelas yang kakak dapatkan, apakah kakak merasakan enerji yang kakak keluarkan selaras dengan situasi kelas yang kakak fasilitasi? Pertanyaan reflektif ini dilontarkan oleh kak Robert dalam diskusi bersama kakak2 SMP. Bagi saya hal ini sangat menarik, karena ada hal yang tidak biasa yang jadi perspektif dan bahan diskusi bersama kakak-kakak fasilitator.
Kata kuncinya adalah enerji. Sama seperti banyak hal lainnya yang kita pelajari di Semi Palar. Bisa jadi enerji adalah sesuatu yang belum betul-betul kita pahami. Kata yang sering kita sebut, tapi belum kita pahami apa sebetulnya yang dimaksud dengan enerji ini. Terlepas dari hal itu, diksi ini jadi menarik saat digunakan sebagai satu perspektif saat membahas situasi dan dinamika kelas yang difasilitasi oleh kakak-kakak. Walaupun mungkin ini belum dipahami betul, tapi kakak2 Semi Palar sudah masuk ke ranah ini. Sesuatu yang didefinisikan Nikolai Tesla sebagai esensi dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Obrolan berlanjut dengan apa yang dulu kita pelajari tentang enerji sewaktu kita dulu belajar di SMP atau SMA. Sederhananya enerji bisa berpindah melalui dua bentuk, getaran dan gelombang. Kalau masih ingat tentang apa yang diajarkan guru-guru kita, kita juga belajar tentang resonansi - perpaduan dua atau lebih frekuensi dari gelombang atau getaran tertentu. Saat frekuensinya selaras, kedua gelombang ini bisa berresonansi dan menghasilkan getaran atau gelombang yang lebih kuat. Sebaliknya saat tidak selaras, gelombang atau getaran ini bisa saling menegasi bahkan saling meniadakan.
Dalam analogi ini, kita jadi bisa memahami lebih jauh tentang bagaimana segitiga pendidikan (anak, guru dan orangtua) yang sudah lama kita jadikan pijakan bersama untuk bergerak di Rumah Belajar Semi Palar. Kalau enerji anak, orangtua dan kakak selaras, terbayang ya bagaimana hasilnya bisa sangat terasa, karena semua bersinergi, resonansinya saling memperkuat. Hal sebaliknya terjadi saat enerji ketiganya tidak selaras, apa yang masing-masing kita upayakan bisa saja tidak menghasilkan apa-apa karena ketidak-selarasan antar kita. Enerji dalam konteks ini bisa muncul dalam bentuk pemahaman konsep, interaksi dan komunikasi, ataupun bentuk-bentuk pendampingan yang dilakukan oleh guru dan orangtua, yang mungkin direspon secara negatif oleh anak...
Mudah-mudahan tulisan ini memperjelas apa yang dimaksud dengan keselaraan. Dengan memandang segala sesuatu lewat perspektif yang sangat esensial ini : enerji, mudah2an kita bisa lebih paham bagaimana kita bisa membangun sinergi lewat segala sesuatu yang kita upayakan bersama - tentunya untuk proses belajar anak-anak kita di Semi Palar. Lebih jauh lagi mudah-mudahan kita bisa belajar untuk memandang segala sesuatu lewat perspektif ini - sebagai ikhtiar literasi kita memahami alam semesta...
image : https://www.azquotes.com/quote/437681?ref=vibrations