AES426 It Takes a Village to Raise a Child
Andy Sutioso
Thursday October 13 2022, 8:06 AM
AES426 It Takes a Village to Raise a Child

Perlu satu kampung untuk mendidik seorang anak. Jaman sekarang ini sekedar quotes, tapi jaman dulu, kenyataannya memang demikian - karena satu komunitas (satu desa) di mana-mana biasanya warganya saling kenal dan anak-anak di desa tersebut dijaga dan 'dibesarkan' oleh satu warga desa tersebut. Di beberapa daerah di Indonesia, hal ini masih sangat terlihat. Walaupun perkembangan jaman yang membuat manusia semakin individualis - dan interaksi yang sebelumnya komunal mulai tergantikan berbagai institusi formal - termasuk sekolah. 

Walaupun demikian, dalam bentuk yang berbeda, di Semi Palar ini masih sangat hidup suasananya. Bagaimana tidak kalau dihitung perbandingannya, di Smipa ini untuk sekitar 200 anak yang bersekolah dari jenjang KB hingga KPB, perlu lebih dari 50 anggota tim Smipa untuk bisa menggulirkan berbagai kegiatan pembelajaran - mulai dari kakak-kakak di kelas sampai tim Mujaer. Jadi rasionya 1 : 4. Hmm memang saya ga punya perbandingan bagaimana di sekolah lain. Tapi setidaknya begitulah di Semi Palar. Itupun kami masih sangat membutuhkan keterlibatan orangtua dalam proses pendidikan anak-anaknya. 

Salah satu keunikan Rumah Belajar Semi Palar adalah bagaimana orangtua diajak untuk melibatkan diri dalam berbagai proses di sekolah. Salah satunya adalah pengelolaan KlAB (Kelompok Aktivitas Bersama) yang di sekolah lain disebut Ekstra Kurikuler. Di Smipa, KlAB memang sejak awal melibatkan orangtua - dan juga terbuka bagi proses belajar orangtua. Jadi orangtua di Smipa boleh ikut serta kegiatan KlAB. KlAB sudah mulai bergulir lagi di Semi Palar paska periode pandemi yang lalu dan dalam transisi menuju normal, berbagai kegiatan KlAB sudah mulai berjalan lagi dan dikelola oleh Semi Palar Co-Op.

Bicara tentang koperasi, ini juga betul-betul milik bersama warga smipa. Semua warga Smipa termasuk alumni boleh terlibat di Koperasi. Koperasi ini juga ruang belajar karena anak-anak bisa mulai mengalami secara nyata sistem ekonomi yang holistik - yang dijalankan berdasarkan prinsip kerja sama, kepemilikan bersama untuk keuntungan bersama. Koperasi Smipa juga digagas, dirintis dan digulirkan oleh orangtua Smipa. Mudah-mudahan koperasi juga terus berkembang karena ini adalah bagian dari Semi Palar. Jadi koperasi di Semi Palar memang perlu dipandang sebagai sesuatu yang berbeda dari apa koperasi yang selama ini kita kenal. Koperasi-koperasi di sekolah pada umumnya urusannya jual beli seragam dan alat tulis - yang jadi anggota adalah para guru. Pemikirannya bukan seperti itu. Mari ikuti perjalanan Semi Palar Co-Op dengan terlibat aktif di dalamnya, mudah-mudahan lebih mudah dikenali dasar pemikiran dan tujuan pendiriannya. Itulah juga kenapa kita memilih menggunakan nama Semi Palar Co-Op. Biar lebih kekinian juga. Demikian esai saya sore ini sambil menanti hujan reda. Salam Smipa. 

image source : https://www.behance.net/gallery/79048051/It-Takes-a-Village

msetya2015
@msetyamukti   4 years ago
Mantap ka Andy.. Apa yang terjadi di Semi Palar Co-Op pun bisa dilihat dengan sangat transparan pada link https://ririungan.semipalar.sch.id/semi-palar-co-op.
Dan setiap hari, ada beragam snack yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.....
Ayo kakak-kakak Smipa, para orang tua & seluruh warga Smipa, untuk ikut serta dalam Semi Palar Co-Op, agar lebih terasa manfaatnya bagi kita bersama.....