AES095 Memerdekakan Diri
Andy Sutioso
Tuesday August 17 2021, 9:13 PM
AES095 Memerdekakan Diri

Tulisan ini terinspirasi dari chat singkat di grup WA Komunitas Orangtua Smipa - setelah membagikan posting saya kemarin malam - tulisan yang berjudul Pola Pikir yang Terjajah, Husen merespon dengan kalimat singkat, "Jadi ingat omongan pak Gobind... Harus diberesin dulu di dalamnya, Biar kita bisa merdeka... 😁" Kira-kira begitulah. 

ScreenShot_20210817220557.jpeg

Menarik, bahkan agak 'nyeremin' karena apa yang disampaikan Husen adalah hal yang sedang banyak jadi pembahasan di antara kami, kakak2 Smipa. Secara spesifik, ini adalah tentang sisi dalam diri manusia, terkait dengan pemahaman kita tentang Human Being (insan manusia). Kalau dalam konsep Smipa, ini terkait dengan aspek Nurani. Aspek yang paling abstrak dan selalu jadi tantangan besar bagi kakak2 Smipa - untuk memfasilitasi maupun mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu. 

Terlepas dari hal itu, kami meyakini bahwa hal ini adalah salah satu esensi pendidikan holistik. Bahwa agar anak-anak kita bertumbuh kembang menjadi manusia seutuhnya, kita perlu memfasilitasi mereka mengenal dengan baik sisi dalam diri mereka - dimensi hidup mereka. 

Jadi apa yang disampaikan Husen betul adanya. Kita perlu mengajak anak-anak kita banyak bersentuhan dengan sisi dalam diri mereka - supaya mereka kenal diri mereka yang sejati (their own true self). Ini yang saya tuliskan dalam esai saya yang berjudul Pengenalan, Pengelolaan dan Kebermanfaatan Diri. Kalau kita (dan anak-anak kita) bisa mengelola diri dengan baik, baru kita bisa membawa dampak (kebermanfaatan) bagi lingkungan luar diri kita. 

Logikanya sederhana. Kalau kita ingin bisa mengelola sesuatu dengan baik, kita harus bisa pertama-tama mengelola diri kita dengan baik. Kalau kita ingin membereskan sesuatu, diri kita harus pertama-tama beres dulu. Kalau kita ingin merdeka, jiwa, pikiran kita perlu merdeka lebih dulu.  

Saya jadi ingat salah satu filem terfavorit saya, INVICTUS yang di salah satu segmen filemnya bercerita bagaimana Nelson Mandela (yang diperankan Morgan Freeman) bisa menjaga agar jiwa dan pikirannya tetap merdeka pada saat ia harus mendekam di penjara 30 tahun lamanya. Setelah bebas ia berhasil membawa bangsanya ke alam kemerdekaan yang sesungguhnya. 

Dalam situasi pandemi ini, kita semua terpenjara di rumah masing-masing - tapi toh, jiwa dan pikiran kita bisa tetap merdeka. Kalau anak-anak belajar dan menangkap ini dari kita, apapun yang akan mereka hadapi di masa depan, mereka akan sanggup menghadapinya. Salam.

You May Also Like