AES239 Pentingnya Mengendalikan Emosi
Andy Sutioso
Saturday January 8 2022, 8:56 PM
AES239 Pentingnya Mengendalikan Emosi

Hari ini mau menuliskan tentang bagaimana pentingnya mengendalikan emosi. Lebih sering kita mendengar tentang bagaimana kita harus berpikir positif. Banyak yang bilang juga bahwa positif thinking dan kekuatan pikiran akan mendorong tercapainya harapan-harapan kita. Tapi ternyata ada satu hal penting yang terlewat, Emosi. 

Saya mendengar ini dari Dandapani juga dari Joe Dispenza, tokoh-tokoh yang belakangan ini banyak saya ikuti. Kenapa Emosi? Penjelasannya begini. Ini sangat ilmiah kok. Pada dasarnya badan kita adalah sebuah pabrik kimia, karena segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh kita banyak sekali dikendalikan oleh berbagai kelenjar yang mensekresikan berbagai jenis hormon. Hormon inilah yang banyak mengatur bagaimana badan kita bekerja dan berfungsi. Sadhguru bilang, your body is a chemical factory. The only problem is whether you are a good CEO or a lousy CEO. 

Yang mengendalikan produksi berbagai hormon adalah bukan pikiran, tapi emosi. Masalahnya pikiran dan emosi kita tidak selalu bekerja sinkron. Bisa saja kita berpikir positif, tapi emosi kita tidak selaras dengan apa yang kita pikirkan. Nah kalau begini keadaannya, ga ada yang akan terjadi. Joe Dispenza bilang kalau kita berpikir kita ingin sukses, tapi kita sendiri tidak antusias atau ragu-ragu bahkan cemas terhadap segala sesuatu yang bisa atau akan terjadi, dengan kata lain, kita tidak sungguh-sungguh menginginkan kesuksesan tersebut. We don't really want it

Pikiran manusia memang sangat kuat, karena kita adalah human being - yang mestinya bisa mengontrol berbagai hal dalam diri kita. Empat dimensi utama dalam diri manusia yang sering disebut-sebut Sadhguru adalah Badan, Pikiran, Emosi dan Enerji. Empat dimensi ini perlu selalu ada dalam kendali kita - sepenuhnya, baru hidup kita akan ada dalam kendali kita. Harapan-harapan kita, apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan. Syaratnya, keempatnya harus berada dalam kendali kita. 

Singkatnya, pikiran positif tidak cukup, kita perlu membangun emosi diri kita juga dalam sebuah keselarasan - di dalam sebuah kesadaran yang utuh. Baru dari sinilah kita bisa melihat berbagai keajaiban terjadi, di mana harapan-harapan kita menjadi kenyataan.