AES601 Manusia Berubah
Andy Sutioso
Saturday December 2 2023, 5:56 PM
AES601 Manusia Berubah

Mungkin banyak yang belum tahu, Semi Palar punya grup WA yang isinya warga smipa yang punya perhatian terhadap isu-isu politik. Bukan politik praktis, tapi lebih berpijak pada kesadaran bahwa begitu manusia berbangsa dan bernegara (yang ditandai dengan punya KTP), dia adalah juga seorang insan politik. Tidak bisa lepas dari itu. 

Masalahnya memang ranah ini karena banyak dipenuhi oleh hasrat perebutan kekuasaan (di manapun di dunia). politik praktis menjadi sesuatu yang dijauhi, karena politik praktis bukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi di sisi lain, @rico pernah menulis juga bahwa kita tidak bisa melepaskan diri dari apa yang disebut politik. Tulisan Rico berjudul Increasing Political Literacy. Dalam konteks bernegara, harga cabe di pasar adalah produk dari sebuah keputusan politik.

Grup WA ini walaupun tidak terlalu aktif kita beri nama Active Citizenship (Kewarganegaraan Aktif). Apalagi dalam waktu-waktu mendekat ke pemilihan umum, kita perlu memberikan pilihan kita secara baik agar segala hal yang akan menentukan segala aspek berkehidupan kita 5 tahun mendatang dipimpin oleh seorang pemimpin yang baik. Ya, kita perlu menjalankan peran kita secara aktif sebagai seorang warga negara. Hal ini adalah bentuk dari partisipasi kita dalam kehidupan berpolitik seorang individu - seorang warga negara.  

Kenapa saya menuliskan pengantar tulisan ini melalui perspektif politik, saya memang sedang banyak mengamati dua proses pemilihan presiden, di Indonesia dan juga di Amerika Serikat. Tulisan sebelumnya adalah tentang Mencari Pemimpin Bangsa. Jauh sebelumnya mungkin lebih dari setahun yang lalu, saya sempat membuat sebuah tulisan yang berjudul Setelah Jokowi.

Tulisan ini memang tentang Jokowi. Kalau dibaca ditulisan terdahulu, saya memang mengagumi Jokowi, tapi entah mengapa beliau berubah. Jadi ya sesuai judulnya, manusia memang berubah. Apa penyebabnya tidak banyak yang tahu, karena sangat banyak tokoh yang dulu mendukung Jokowi, sahabat-sahabat dan pendukung Jokowi yang bingung dan merasa Jokowi menjadi seorang yang asing. Berbagai manuver dia tidak bisa dipahami. Membingungkan. Setelah sekian lama, ya akhirnya banyak yang berkesimpulan bahwa Jokowi memang haus kekuasaan. Kekuasaan memang dengan mudah mengubah seseorang. 

Saya juga punya pengalaman yang serupa dengan mas Anies Baswedan. Seorang yang dulu saya kagumi saat bertemu beliau dalam konteks Gerakan Indonesia Mengajar. Beberapa waktu kemudian beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan bahkan sempat berkunjung ke Rumah Belajar Semi Palar. Waktu berjalan. Setelah dua minggu posisi beliau sebagai menteri digantikan oleh pak Nuh, saya masih berjumpa beliau dan makan roti bakar di perempatan Geger Kalong bersama Rico dan Mas Ipong. Beliau ke Bandung untuk sebuah acara bersama kang Emil di CCL (Celah-celah Langit). Malam itu kami masih berbincang tentang pendidikan. Sebulan sesudahnya, saya juga melihat perubahan drastis dalam diri beliau ketika beliau maju di Pilkada Jakarta yang prosesnya sarat dengan politik identitas yang sangat memprihatinkan. Sama seperti Jokowi, mas Anies juga berubah. 

Tapi ya begitulah, manusia berubah. Saya juga merasakan diri saya berubah. Yang jadi penting adalah kesadaran, seperti kata kang Aat, kesadaran itu ada 3, Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Selama tiga ranah kesadaran itu bisa kita jaga berada dalam ruang kebaikan, semestinya semua juga akan baik-baik saja. 

Photo by Surja Sen Das Raj: https://www.pexels.com/photo/3000-questions-about-me-17504562/

Lovendria
@lovendria   3 years ago
Ternyata ada pembahasan politik di sini Kak. Selain pemimpin yang berubah, banyak pendukung yang berubah. Bukan mengubah dukungan, tapi mengubah persahabatan jadi permusuhan. Dari cuma ngebahas, sampai akhirnya membekas. Semoga pemilihan kali ini membawa persatuan dan perdamaian. Mereka yang dipilih, di sini yang berselisih. Mari kita ber Bhineka Tunggal Ika.
Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Sepakat. Kata kuncinya berkesadaran... politik untuk apa, pemilu untuk apa. Intinya kan mencari yang terbaik untuk bangsa 5 tahun ke depan. 🙏🏼🇩