Sejak penghujung tahun lalu, saya sangat merasakan hal ini, saat itu saya menuliskan sebuah essay yang judulnya Teu Pararuguh. Kemudian tulisan saya selanjutnya berjudul Salah Satu Jawaban dan kemudian satu lagi yang berjudul Matahari yang Marah, Bumi yang gelisah. Di dalam kedua tulisan itu saya mencoba menuliskan apa yang sedang terjadi di pusat tata surya kita. Bukan hanya sumber enerji, tapi sumber segala sesuatu yang bisa terjadi di atas muka bumi ini. Seluruh eksistensi kita dimungkinkan ada (eksis) semata karena matahari kita ini. Tidak heran banyak peradaban di berbagai belahan dunia yang memuja Matahari, seperti Mesir, Jepang, suku Maya dan Inca. Formasi batu purba Stone Henge di Inggris juga ditengarai dibangun sebagai cara mereka saat itu berinteraksi dengan matahari.
Hari ini saya menemukan video ini di dalam feed youtube saya. Seperti banyak kesempatan, saya mengklik video ini dan mengikuti penjelasannya, dan di dalam video ini dijelaskan tentang pergeseran frekuensi bumi yang diakibatkan oleh Solar Maksimum, siklus matahari 11 tahunan yang saat ini sedang berada di dalam puncaknya. Lebih jelasnya ada di tulisan saya di atas ini, Matahari yang Marah, Bumi yang Gelisah.
Beberapa hari terakhir ini, di tempat saya tinggal saat ini, suhu sedang sangat panas, melewati 30 derajat. Melonjak dari suhu hari-hari sebelumnya yang berada di kisaran 20 derajat. Aplikasi ramalan cuaca mengirimkan peringatan Heat Wave yang bergantian dengan Thunder Storms - supaya warga bisa menyesuaikan aktivitasnya dengan aman. Obrolan di berbagai kesempatan juga banyak berkisar tentang perubahan cuaca - yang sangat tidak menentu. Perubahan di situasi ekonomi sosio politik global juga sangat-sangat terasa, belum lagi berbagai kekacauan iklim yang sangat terasa di berbagai tempat di seluruh dunia. Intinya, segala sesuatu di atas planet bumi ini sedang ada dalam satu perubahan / pergeseran besar karena siklus alam semesta yang sedang terjadi saat ini.
Kalau pernah dengar tentang Schumann Resonance, penjelasannya ada di video di atas ini, jadi segala perubahan yang sedang terjadi adalah tanda bahwa pergeseran frekuensi bumi dan segala isinya memang sedang berlangsung. Tidak bisa dihindari - karena ini adalah bagian dari siklus alam semesta. Saat mengikuti penjelasan di video ini, segala sesuatu jadi lebih terjelaskan. Termasuk perasaan ketidak-menentuan yang mungkin dirasakan oleh beberapa dari kita. Saya pikir saya juga termasuk di antaranya, tapi saat mengikuti penjelasan ini, perasaan lega juga dirasakan, karena perubahan ini adalah perubahan berbagai hal menuju lebih baik - karena frekuensi bumi sedang bergeser ke frekuensi yang lebih tinggi.
Di atas ini dua video dari Stefan Burns, peneliti yang memang mendalami mengenai hal ini, bagaimana ledakan di matahari kita berdampak pada Schumann Resonance (frekuensi bumi) yang juga mempengaruhi berbagai hal termasuk biologi tubuh manusia. Kita tahu bahwa tubuh manusia, bekerjanya syaraf dan neuron di otak manusia adalah gelombang elektromagnetik belaka. Perubahan yang sedemikian signifikan di alam semesta akan juga berdampak besar pada tubuh manusia. Dampaknya bisa sangat bervariasi - terkait dengan kesehatan badan kita, kestabilan mental dan emosional dan lebih jauh lagi terhadap spiritualitas manusia yang sangat terkait dengan vibrasi enerji dalam tubuh kita.
Hal ini memang selaras dengan penjelasan tentang Kali Yuga, siklus semesta yang berlangsung puluhan ribu tahun dan saat ini kita sedang ada di titik balik menuju ke siklus yang lebih baik, dan membawakan perubahan pada beralihnya peradaban manusia ke arah yang lebih baik pula. Semoga memang demikian. Salam.