AES575 Salah Satu Jawaban
Andy Sutioso
Saturday October 7 2023, 12:07 PM
AES575 Salah Satu Jawaban

Beberapa waktu lalu saya mempostingkan tulisan pendek yang judulnya Teu Pararuguh. Iya memang begitulah apa yang sedang saya rasakan. Serba ga enak gitu. Ya badan, perasaan dan lainnya. Paling gampang alasannya ya temperatur yang sedang sangat panas sekarang, sedang perubahan iklim juga. Sementara secara di luar sana berbagai kekacauan (chaos) terjadi di mana-mana.

Mulai dari bencana alam, tensi politik, ekonomi yang ambruk, kota-kota besar yang kolaps, AI yang semakin tak terkendali. Wis ora karuan, kalo kata orang Jawa. Ya itu tadi teu pararuguh mun ceuk urang Sunda mah. Balik lagi, kenapa ini terjadi. Apa pemicunya. Bahwa kekacauan ini terjadi di berbagai tempat dalam satu periode waktu yang berdekatan, salah satunya karena memang segala sesuatu pada hakikatnya memang terkoneksi. Tapi pertanyaan besarnya tetap sama, apa pemicunya? Duh sambil menulis ini, terjadi lagi perang di Jalur Gaza sana ya. Menyedihkan banget. 

Membingungkan. Saya sendiri masih terus mencari jawaban - untuk memahami kenapa semua ini terjadi. Banyak orang mungkin tidak banyak memikirkan soal ini, tapi saya sendiri sulit melepaskan hal ini dari benak saya. Mungkin karena profil Human Design saya yang Investigator memang akan terus menggiring saya ke sini. 

Tapi sepertinya saya mulai menemukan jawabannya. Kuncinya adalah melihat ke lingkup yang lebih luas. Memang siklus hidup manusia sangat singkat. Sementara siklus semesta ada yang sampai puluhan ribu tahun. Karenanya kita perlu juuga belajar memahami bagaimana sebetulnya semesta itu bekerja. Kalau kita paham apa yang sedang terjadi - termasuk di luar sana - setidaknya kita bisa tahu juga apa yang bisa kita lakukan - setidaknya untuk pengelolaan diri. 

Di tradisi India, berpijak pada kosmologi Hindu ada yang disebut dengan Yuga's Cycle. Ini adalah siklus yang berputar kalau saya tidak salah 25 ribu tahunan, bahkan ada yang menuliskan siklusnya 43.000 tahunan. Siklus inilah yang diduga mengakibatkan jatuh (dan bangunnya) peradaban-peradaban besar di dunia - seperti Atlantis dan Sumeria. Mungkin juga ada kaitannya dengan kejatuhan peradaban suku Maya dan Inka di Amerika Selatan sana. Ada empat siklus Yuga, sekarang ini kita sedang berada di penghujung siklus Kali Yuga. Kali Yuga ini adalah sklus yang frekuensinya terendah - dan diistilahkan dengan jaman besi. Peradaban yang ada sangat kacau, kehidupan sangat materialistis, manusia berjauhan dengan nilai-nilai luhur dan di mana-mana banyak sekali kekacauan terjadi - seperti apa yang kita saksikan saat ini. 

ScreenShot_20231009185052.jpeg

sumber : https://humanoriginproject.com/the-yuga-cycles-yogic-astronomy-what-are-the-four-yugas/

Di ujung satunya, ada Satya Yuga yang bisa dibilang jaman emas. Jaman emas ini biasanya kehidupan manusia ada dalam situasi sangat spiritual. Menarik ya. Nah apa yang menyebabkan siklus Yuga ini adalah siklus semesta (perputaran planet dan galaxi yang berulang setiap puluhan ribu tahun. Yang saya tangkap dari beberapa referensi, puncaknya (titik balik Kali Yuga) adalah di tahun 2025. Dari situ, siklus akan kembali berputar menuju jaman emas (the age of consciousness). 

5459335_orig.jpg

Kurang lebih itu gambarannya. Spiritual Age disebut sebagai Satya Yuga dan Material Age adalah periode di mana kita semua berada yang disebut dengan Kali Yuga. Menarik ya. 

Di sisi lain sedang ada ada juga siklus kehidupan matahari yang saat ini sedang sangat aktif. Dari bumi, matahari terlihat sama, statis, lingkaran berwarna keemasan yang hadir di pagi hari dan terbenam di senja hari. Tidak banyak yang bisa melihat bahwa matahari sedang sangat-sangat aktif - karena reaksi nuklir yang terjadi di permukaan matahari dan melontarkan lecutan-lecutan gelombang elektro magnetik - seperti yang disebut Solar Flares. Karena ledakan ini sedang sangat besar ledakan gelombang elektro magnetiknya juga berlipat-lipat, mempengaruhi banyak hal yang ada di planet bumi terutama makhluk hidup. Jangankan makhluk hidup, karena bagian dalam planet bumi adalah logam cair yang bergerak terus, medan magnet di permukaan bumi juga terpengaruh oleh apa yang terjadi di permukaan matahari. 

Terakhir kali ledakan solar flare yang sangat besar terjadi sempat mematikan jaringan listrik di kota-kota di banyak tempat. Peristiwa yang dikenal dengan Carrington Event - terjadi pada tahun 1859. Kekacauan cukup besar terjadi. Dan para ahli memperkirakan bahwa hal serupa bisa terjadi lagi dalam waktu dekat ini. Video di bawah ini memperlihatkan bagaimana para Ahli sekarang bisa mengamati apa yang terjadi di permukaan matahari. 

Kenapa saya pikir ini jawaban. Beberapa tahun lalu saya sempat membaca bahwa salah seorang ilmuwan Rusia menemukan bahwa pada saat terjadinya peristiwa runtuhnya WTC (September 11th) juga terjadinya Perang Teluk - dia mengobservasi juga bahwa sedang terjadi badai di permukaan matahari. Kebetulan? Sepertinya bukan. Memang apa yang terjadi di alam semesta sana sangat berdampak pada kita di sini. 

Karena itulah saya rasa pertanyaan saya sedikit terjawab. Pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa kita lakukan... 

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/questions-answers-signage-208494/