Barusan saya menuntaskan editing rapor terakhir - sebelum dipdf-kan oleh kakak-kakak. Baru menarik nafas lega, masih ingat ada esai hari ini yang belum dikerjakan. Memang kalo menulis sudah jadi habit, ga bisa lupa karena sudah wired in the brain. Jadilah nyeruput dulu Bandrek hangat yang barusan diseduh, lalu mulai menarikan jemari di atas keyboard...
Sudah sejak pagi mata terus menatap layar dan jemari terus berdansa di atas keyboard... Ya rapotan Smipa, sejak tahun-tahun awal memang begini. Tidak pernah mudah, karena bukan proses yang sederhana. Tapi ini konsekuensi juga dari pilihan Semi Palar mengolah Konsep Pendidikan Holistik. Semakin tinggi jenjangnya, semakin kompleks juga rapornya. Di jenjang SMP dan KPB, kami sudah minta anak untuk ikut menuliskan bagian-bagian rapornya. Kenapa begitu? Ya karena belajar itu kan untuk mereka sendiri ya.
Buat para kakak, ini jadi semacam komitmen bahwa dari sejak hari perencanaan sampai hari Rapor siap dibagikan kepada orangtua, kita semua terus berpikir holistik. Menuliskan rapor smipa mengondisikan kakak untuk berusaha memandang anak secara utuh dan merefleksikan prosesnya secara berkesinambungan selama pembelajaran bergulir di semester yang berjalan. Rapor Smipa, Buku Cahaya Bintangku adalah senantiasa karya kolektif, kerja kolaboratif. Tidak mungkin menyelesaikannya sendirian. Saya kira tidak ada satu kakakpun yang mampu melakukannya.
Pekerjaan kami kali ini tuntaskan di sekitar jam 00:20. Rapor terakhir sudah dikonversi ke pdf. Disimpan dalam folder, disiapkan untuk dibagi besok (eh, nanti). Kakak2 bisa beristirahat untuk perjumpaan dengan orangtua seperti yang sudah dijawalkan. Tentunya terima kasih dan apresiasi buat semua kakak yang sudah ikut mengolah rapotan kali ini - sejak beberapa minggu yang lalu. Kalian memang terbaik! Semoga semua enerji, kerja, pemikiran dan kehendak baik yang dititipkan lewat untaian narasi yang kami tuliskan berbuah menjadi kebaikan. Salam.
Selamat kak! Ini bagian yang tidak kalah pentingnya buat anak dan orang tua! dulu kami selalu menanti-nantikan saat ini.
Bagi Kakak, rapotan ini juga jadi momen berharga untuk menumpahkan 'amatan' dan juga 'rasa' dari hati untuk dituliskan sehingga sampainya akan ke hati (orangtua) juga... Sesuatu yang tidak mudah, tapi dengan keyakinan 'pasti bisa!' Puji syukur... Semua dapat dituntaskan dengan (betul sekali) kolaboratif... Ga bisa sendirian... Puji Tuhan pokoknya, Kak Andy...
Nuhuun ka Fifin sudah jadi bagian dari proses Rapotan kali ini. Semoga konsep holistiknya semakin meresap sampai ke sumsum. 🙏🏼