Hari ini ada dua hal yang menggembirakan, lebih dari itu bahkan membahagiakan buat saya. Pertama kami berhasil menuntaskan proses rapotan dengan baik dan menyerahkan Buku Cahaya Bintangku versi digital kepada rekan-rekan orangtua. Jam sebelas tadi, saya menutup proses rapotan bersama seluruh kakak smipa yang mengambil bagian dari proses kemarin. Oh ya, terima kasih banyak untuk tulisan pendek dari kak Yanti tentang Proses Rapotan - mudah-mudahan menjelaskan apa yang saya rasakan tentang Proses Rapotan ini.
Dari sekian belas jadwal pembagian rapor untuk seluruh kelompok belajar di Semi Palar, saya menyempatkan hadir di sesi pembagian rapor kelompok Domikado. Kebetulan di kelas 7 angkatan TP17 ini cukup banyak juga keluarga baru yang bergabung di Semi Palar. Jadi dalam kesempatan ini saya bercerita tentang Rapor Smipa yang saat ini dikembangkan dari Matriks Holistik Semi Palar versi 3.0. Versi terakhir dari sekian banyak upaya menata ulang Kurikulum Holistik di Semi Palar - dari jenjang KB hingga KPB.
Tapi bukan itu yang penting, kebetulan di forum online tadi, nongol juga Tatha, salah satu murid kelompok Domikado. Saya segera menyapa Tatha dan bilang, bahwa saya menunggu tulisan Tatha yang pertama di Atomic Essay Smipa. Kenapa begitu, saya amati, sejak bergabung di Ririungan, Tatha cukup banyak membaca tulisan-tulisan yang ada di Ririungan. Tatha ga pilih-pilih tulisan siapa yang dia baca. Sejauh saya amati, Tatha membaca tulisan Rico, tulisan Saski, tulisan Joe selain beberapa tulisan teman-temannya. Buat saya ini menarik. Mudah-mudahan Tatha terus melakukannya.
Yang tidak diduga, sore tadi saya melihat Tatha sudah mempostingkan tulisan pertamanya, dengan kode AES001. Judulnya Sejarah Piano. Kerenn! Ini saya suka banget. Ga banyak pikir, ga banyak ragu, Tatha nulis aja... Tulisan Tatha sore tadi menambah jumlah penulis AES menjadi 57 penulis dengan total tulisan 2.305 esai. Entah kenapa setiap ada satu penulis baru saya merasa bahagia sekali. Mungkin ya karena saya sendiri merasa bahagia punya ruang menulis di Ririungan ini. Jadi kalau ada yang bergabung saya merasa bahwa akan bertambah lagi satu orang yang lebih berbahagia di Smipa, hahaha...
Eniwey, tentang menulis, saya ingin membagikan satu tulisan Rico yang buat saya menakjubkan. Esai Rico ke 208, yang judulnya Don't Try. Bercerita tentang Charles Bukowski... Bagaimana ceritanya, dan kenapa menakjubkan, silakan baca sendiri, karena saya pikir spirit Atomic Essay Smipa tercermin betul dalam kisah Charles Bukowski ini.
Menutup tulisan ini, tentang tulis-menulis, apakah itu menulis rapor untuk Buku Cahaya Bintangku, menulis esai bahkan tulisan ngawur sekalipun, apalagi setelah membaca tulisan Rico tentang Charles Bukowski, saya semakin yakin bahwa apapun yang dituliskan, untuk tulisan itu ditujukan, dibaca atupun tidak, proses menulis itu sendiri membawa manfaat besar buat penulisnya.
Kuncinya hanya satu menulis itu harus dilakukan secara rutin. Mirip meditasi ataupun olahraga. Kalau hanya sekali-sekali ya ga banyak manfaatnya. Jadi begitulah teman-teman semua. Semoga yang sempat membaca tulisan ini semakin termotivasi buat menulis. Salam Smipa.
Halo @tatha-wu, ijin mention kamu ya di tulisan kak Andy yang ini. Terima kasih. 🙏🏼😊
Ok ga apa apa kok Kak, sama-sama