Seperti direncanakan, hari libur kali ini saya manfaatkan untuk merawat mobil kesayangan saya - si Kijang Biru. Mobil itu produksi tahun 2002. Jadi usianya sudah 20 tahun. Orang-orang bilang sudah tua. Tapi karena mobil itu terus saya pelihara dan jaga kondisinya, kondisinya masih sangat bagus.
Oh iya sekalian saya posting gambar yang dibuat Bram entah tahun berapa (gambar ini aslinya gif) sempat beredar di grup Komunitas Orangtua Smipa. Wkwkwk, niat pisan ya ngerjain Kepala Sekolah. Tapi keren kok. Saya suka gambar ini, jadi saya muat di sini.
Tapi intinya mobil ini masih eksis dan dengan suaranya yang khas mesin Diesel jadul, mobil ini jadi ikonik di Semi Palar. Nah balik ke cerita di atas tadi, sejak pagi tadi datang pak Ujang dan asistennya pak Momo untuk melakukan beberapa perbaikan dan mengganti beberapa komponen di mobil saya. Untungnya mobil ini juga terkenal murah komponennya - dan mudah di dapat. Jadi ya begitulah - saya bisa memeliharanya dengan baik sampai saat ini.
Hampir sepanjang hari pak Ujang bekerja, saya juga berada di garasi dan bantu-bantu apa yang bisa saya lakukan. Saya juga ingin tau apa yang dikerjakan dan bagaimana pak Ujang melakukan pekerjaannya.
Baru dua kali saya memakai jasa pak Ujang. Tapi saya senang dengan cara dia bekerja. Kerjanya sangat apik. Kelihatan bahwa dia bekerja sepenuh hati. Dia bisa menyampaikan kepada saya sekrup atau baud yang sudah hilang atau tidak dipasang oleh bengkel lainnya. Kalau dia bongkar sesuatu, kondisi komponen pasti dia periksa dengan seksama. Kalau ada bekas sealant dan lainnya dia bersihkan dulu.
Dia juga memastikan bekerja dengan alat yang tepat. Beberapa kali dia mengingatkan pak Momo untuk mengganti kunci pas dengan kunci ring atau kunci sock. Saya sempat dengar dia bilang, "Mo, eta sambungan pasangkeun - bisi beunang ka bodi". Begitu kira-kira. Saya sendiri cocok dengan orang-orang yang bekerja seperti ini. Ga asal kerja dan ga asal jadi. Ga terburu-buru ingin selesai. Sepanjang hari dia bekerja - dia juga ga pilih-pilih pekerjaan. Hal-hal kecil dia bersedia kerjakan juga. Jadi ya itu dia, bekerja dengan sepenuh hati. Terakhir - dia membersihkan bekas dia bekerja dengan rapi. Onderdil yang tidak terpakai atau sudah diganti dia kumpulkan dan sisa-sisa pekerjaan dia bersihkan. Mantap.
Saya pikir pak Ujang ini contoh nyata untuk orang-orang yang bekerja sepenuh hati. Otomatis pekerjaannya jadi berkualitas. Hatur nuhun pak Ujang.
Photo by cottonbro: https://www.pexels.com/photo/a-person-with-greasy-hands-7568433/