AES255 Menjaga (Bersama) Spirit Komunitas
Andy Sutioso
Tuesday January 25 2022, 2:10 PM
AES255 Menjaga (Bersama) Spirit Komunitas

Siang tadi berbincang dengan beberapa orangtua murid di bawah pohon mangga, di lapangan parkir Smipa. Cukup lama karena Danu, ayah Baqir datang lebih awal untuk menjemput Baqir yang hari ini terjadwal kegiatan Temu Kakak. Hadir juga Maurits dan Reagan yang ke sekolah untuk keperluan anak-anak berkegiatan di sekolah. Kesempatan yang hilang karena dampak pandemi. Obrolan2 informal seperti ini yang banyak hilang terkendala situasi pandemi. 

Bincang ngalor ngidul ini akhir berujung di cerita tentang berbagai institusi pendidikan yang spirit mendasarnya, kebaikan-kebaikannya luntur ditelan waktu dan dilanda perubahan. Pengamatan saya juga demikian. Banyak lembaga/institusi yang gagal menjaga prinsip dasar/filosofinya. Sejalan dengan itu, berbagai alasan dan pembenaran kemudian diungkapkan - ya itu tadi untuk menjustifikasi perubahan-perubahan terjadi. 

Bisa jadi ini karena pola pikir barat yang mendominasi pemikiran orang-orangnya. Pola pikir barat yang linear cenderung demikian polanya. Berbeda dengan pola pikir masyarakat tradisi di Nusantara ini. Saya pernah menuliskan tentang ini dalam esai yang bertajuk Pola Pikir yang Terjajah. Jadi ya pola pikir barat yang ditinggalkan Bangsa Belanda selama tiga setengah abad kolonialisme di Indonesia masih berpengaruh ke masyarakat Indonesia hari ini. 

Jadi tantangan terbesar adalah bagaimana kita bisa menjaga bersama Spirit Komunitas yang ada dan sudah bertumbuh di komunitas ini. Menurut saya jawabannya ada di kultur dan spirit yang betul-betul dihayati oleh warga komunitas tersebut. Bukan terletak hanya di satu - dua anggota komunitasnya. Hal ini saya sadari betul - dan sejak beberapa tahun yang lalu, saya terus berusaha melepaskan diri dari peran yang terlalu besar di berbagai titik penyelenggaraan Semi Palar. Saya berkeyakinan kalau satu lembaga bergantung pada individu tertentu, berarti lembaga tersebut sangat-sangat lemah dan bisa hilang begitu saja eksistensinya. Semi Palar punya tantangan besar dalam hal ini - kalau kita semua memandang bahwa apa yang kita punya di Semi Palar adalah berharga dan patut dijaga terus keberlangsungannya. Kalau demikian adanya, setiap individu warga Semi Palar perlu berkontribusi dan berperan aktif - bekerja sama satu sama lain agar spirit yang ada tetap bisa menyala dan tidak pernah padam. 

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels