Kesadaran dan berkesadaran semakin ke sini semakin menjadi kata kunci yang kerap disebut di dalam berbagai ruang perbincangan di Rumah Belajar Semi Palar. Sesuatu yang membahagiakan tentunya, dan membawakan harapan akan kehidupan yang semakin penuh kebaikan.
Forum Ngobras episode 5 di bulan Februari membahas seputar topik yang saya jadikan judul tulisan ini. Pendidikan holistik yang terus coba diwujudkan di Smipa tidak bisa dihindari akan berpijak di dua hal itu. Berpijak di atas kesadaran dan di dalam proses berkesadaran yang berkesinambungan.
Membaca judulnya, saya yakin banyak persepsi muncul dalam benak kita semua. Tidak bisa dipungkiri. Hal ini adalah sesuatu yang sangat abstrak. Menjabarkan hal ini secara sederhana, membumi bukan hal mudah. Menariknya, dua hari yang lalu, video di bawah ini muncul di feed Youtube saya. Membaca judulnya saya segera mengkliknya. Dan ya, ini jawaban dari semesta, sinkronisitas yang hadir di dalam proses kita belajar di Rumah Belajar Semi Palar.
Video ini menurut saya sangat sederhana, mudah dipahami. Disertai contoh-contoh nyata yang mudah dikorelasikan dengan apa yang kita lakukan dalam berbagai bentuk interaksi orangtua dan anak.
Terkait dengan semangat 'Kembali ke Akar' yang dibawakan oleh mas Faisal di dalam ruang belajar bulan Oktober lalu, video ini bukan berangkat dari teori-teori pendidikan yang datang dari negeri seberang. Nusantara punya kebijakannya sendiri dalam konsep-konsep pendidikan anak. Seperti halnya apa yang disampaikan oleh Aki Muhidin - sesuatu yang semestinya sudah akrab dengan batin kita semua di Rumah Belajar Semi Palar. Semoga video di atas ini menjadi pintu kita kembali ke ruang kesadaran yang semestinya sebagai orangtua dan guru - dalam proses mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita di masa depan. Salam Smipa.
Photo by Daria Obymaha: https://www.pexels.com/photo/mother-and-daughter-on-grass-1683975/