AES401 JurnalSumba#1 | Berangkat!
Andy Sutioso
Friday August 5 2022, 5:59 PM
AES401 JurnalSumba#1 | Berangkat!

Malam ini saya ingin mulai menulis pengalaman perjalanan saya ke Sumba. Pertama-tama saya ingin cerita sedikit - kenapa saya bisa sampai ke tempat ini - setelah memutuskan untuk berangkat ke sini. Pengalaman yang memang tidak saya bayangkan sebelumnya. Ini esai saya yang ke 401 di Ririungan. Jadi catatan yang menarik juga karena essay ini saya tuliskan di Sumba. 

Memang ada beberapa hal yang melatar belakangi. Pertama-tama saya memang yakin sepenuhnya bahwa Tidak Ada Peristiwa Kebetulan. Di profil WA saya, saya menuliskan itu: Everything Happens for a Reason. Saat ini saya ada di Sumba untuk sebuah kerja kolaborasi dengan Jurusan Matematika Unpar dan Smipa Disada (Unit Pelatihan Semi Palar). Sejak hampir sebulan yang lalu, 18 mahasiswa Jurusan Matematika Unpar sedang berada di Weetebula - kabupaten Sumba Barat Daya untuk memfasilitasi proses belajar murid-murid SD di beberapa lokasi di daerah sini. 

Saya mengenal teman-teman mahasiswa ini saat pembekalan di Semi Palar dan di Lembang - sejak bulan Juli 2022 lalu. Diawali obrolan dengan pak Agus dan bu Erwinna, dua orang dosen jurusan Matematika di Unpar. Pak Agus sendiri adalah teman sebangku saya sewaktu di SMA. Nah ini istimewa ya? Setelah lebih dari 30 tahun lalu, kami berjumpa lagi dan bisa berkolaborasi di proyek Sumba ini. 

Di sisi lain, saya sudah melihat bahwa tim Rumah Belajar sudah bisa menggulirkan segala sesuatu tanpa banyak tergantung pada saya. Buat saya yang memimpin Semi Palar selama 17 tahun lamanya, melihat bahwa Semi Palar sudah cukup dewasa. Sudah cukup menemukan jati dirinya dan juga sudah cukup kuat kesadaran dan kemandiriannya.

Lalu lewat Smipa Disada, kita mulai bisa masuk ke ranah Kebermanfaatan, membagikan pengalaman kita berproses di Rumah Belajar ke berbagai komunitas dan mendapat manfaat dari pengalaman Semi Palar selama ini. Salah satu kesempatan yang hadir adalah lewat kolaborasi di Sumba ini. Saya merasa bahwa berbagai proses telah menuntun kita ke sini. 

Di titk ini saya tidak pernah bisa menduga sejauh mana dampak, dan kemungkinan apa yang terbuka bagi Semi Palar. Bagaimanapun kami berharap bahwa kehadiran Semi Palar di sini bisa membawakan kebaikan. Pak Agus dan teman-teman di yayasannya, punya mimpi untuk membangun sekolah guru di Sumba. Apakah Semi Palar bisa terlibat di sana saya kira kemungkinan ini terbuka. Setidaknya, walaupun sangat terbatas, kami sudah ikut terlibat membantu mempersiapkan teman-teman mahasiswa Unpar untuk bisa bergiat di sini. 

Dari aspek pendidikan holistik, Sumba adalah tempat menarik untuk menerapkan pendidikan holistik, bahwa konsep ini bisa diterapkan di manapun juga - selama kita memahami betul kontekstualitas masyarakat dan lingkungan di sana. Hari ini saya berkesempatan melihat langsung bagaimana anak-anak Sumba, seperti apa mereka. Pengalaman yang luar biasa - bisa mengenal anak-anak Indonesia di Sumba Barat Daya sini. Kisah selanjutnya saya akan ceritakan dalam Jurnal Sumba di AES ini. Sampai di sini dulu. Sampai jumpa di esai berikutnya. 

foto : sejenak setelah mendarat di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya



Senarai Jurnal Sumba :